sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Bupati Subang Bakal Bongkar Aliran Uang Rp 1,4 M

Bupati Subang Bakal Bongkar Aliran Uang Rp 1,4 M



Jakarta – Bupati Subang Ojang Suhandi, melalui pengacaranya Rohman Hidayat berjanji akan membongkar aliran dana Rp 1,4 miliar terkait pengungkapan dugaan korupsi dana BPJS di Dinas Kesehatan Subang pada 2014.

Bupati Subang Bakal Bongkar Aliran Uang Rp 1,4 M

Ojang Suhandi yang telah mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) ingin membantu pihak penyidik dalam mengembangkan penyelidikan sehingga diketahui siapa saja yang bermain di dalam kasus ini.

“Kenapa mengajukan JC karena Pak Bupati ingin mengungkap penanganan perkara di Polda Jabar,” kata Pengacara Ojang Suhandi, Rohman Hidayat, Kamis (19/5/2016).

Kasus dugaan korupsi dana BPJS di Dinkes Subang ini bermula dari ditetapkannya Kepala Dinas Kesehatan Subang Budi Subiantoro dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Subang Jajang Abdul Kholik sebagai tersangka.

Budi dan Jajang sendiri telah divonis pada 11 Mei 2016 dengan masing-masing mendapatkan hukuman 4 tahun penjara karena keduanya terbukti melakukan korupsi dana BPJS sehingga merugikan negara sebesar Rp 4,7 miliar.

“Melalui pengacara Pak Budi bernama Nur Kholim, dulu Pak Ojang sudah menyerahkan uang sebagai kerugian negara Rp 1,4 miliar. Tetapi uang itu tidak ada kejelasannya sampai hari ini,” ujar Rohman Hidayat.

Tentang keberadaan uang Rp 1,4 miliar ini yang ingin diungkap oleh Ojang Suhandi.

“Pada saat penyidikan di Polda Jabar, dengan tersangka Pak Budi dan Pak Jajang, waktu itu muncul angka kerugian negara Rp 14 miliar. Disarankan Pak Nur Kholim diserahkan saja 10 persennya, Rp 1,4 miliar,” ungkap Nur.

Ojang Suhandi telah menyerahkan dana sebesar Rp 1,4 miliar tersebut dalam dua tahap, yaitu pada Oktober 2015 sebesar Rp 1 miliar, dan yang kedua pada November 2015 sebesar Rp 400 juta.
(Samsul Arifin)