Home » News » Inilah Alasan Ketiga Pelaku Membunuh Eno

Inilah Alasan Ketiga Pelaku Membunuh Eno



Jakarta – Kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa seorang karyawati pabrik bernama Eno Fariah (18) menyisakan tanda tanya, mengapa tiga orang pria yang mengaku tidak saling mengenal tersebut harus membunuh korban dengan begitu sadisnya.

Inilah Alasan Ketiga Pelaku Membunuh Eno

Setelah tiga orang tersangka ini diperiksa, dan petugas kepolisian juga telah melakukan rekonstruksi, barulah diketahui alasan dan motif yang menyebabkan tiga pemuda ini melakukan pembunuhan.

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) yang adalah rekan kerja korban di pabrik yang sama di mana korban bekerja di PT PGM, Dadap, Kosambi, Tangerang, ini mengaku sakit hati akibat terlalu sering diejek oleh korban.

“Saya kalap saja. Jengkel karena dikatain ‘pahit, jelek’. Tiap kerja, tiap lewat. Sering kerja bareng. Dia kan operator di atas, saya helper, kadang bercanda,” ujar Arif saat ditemui di ruang penyidik, Rabu (18/5/2016).

Rasa sakit hati yang dirasakan Arif akhirnya mendapatkan kesempatan untuk dilampiaskan melihat tersangka RAL di depan mess korban.

“Enggak tahu, pokoknya pikiran sudah kalap lah. Pikiran kosong, sudah enggak mirikin apa-apa, intinya pengen masukin (gagang cangkul) saja. Kalap saja,” kata Arif menjelaskan soal mengapa harus memasukan gagang cangkul ke organ dalam korban.

Sedangkan tersangka Imam Harpiadi (23) mengaku kesal kepada korban karena cintanya tidak terbalas.

“Jatuh cinta sama korban, sedikit. Nggak pernah ngobrol,” ujar Imam.

Imam yang baru mengenal korban selama dua minggu sering berusaha menghubungi korban lewat sms namun tidak pernah ditanggapi. Dia mengaku mendapatkan nomor korban dari teman korban. Imam bahkan telah membawa dua garpu dari rumah untuk membunuh korban

Sedangkan menurut tersangka RAL (15), dirinya kecewa karena ajakannya untuk berhubungan badan ditolak oleh korban meski mereka sempat bercumbu di mess korban sebelum kejadian.

“Saya kecewa saja ditolak sama dia pas mau berhubungan badan,” ujar RAL.
(Samsul Arifin)