Home » News » Berita Terkini : Mahasiswi Di Sydney Borong Barang Bermerk Dengan Uang Bank

Berita Terkini : Mahasiswi Di Sydney Borong Barang Bermerk Dengan Uang Bank



Jakarta – Seorang mahasiswi teknik kimia di Sydney, Australia, membelanjakan uang puluhan miliar rupiah untuk membeli barang mahal, terutama tas mewah yang harganya mencapai miliaran rupiah.

Hedon? mungkin, lantaran, wanita yang bernama Christine Jia Xin Lee ini, ternyata mendapatkan akses tak terbatas dari bank tempatnya menabung, Westpac.

Berita Terkini : Mahasiswi Di Sydney Borong Barang Bermerk Dengan Uang Bank

Wanita berusia 21 tahun yang telah membuka rekening di bank tersebut sejak Agustus 2012 bisa menarik dana hingga Rp60 miliar karena kesalahan bank. Uang tersebut sebagian besar dibelanjakan untuk tas rancangan desainer ternama, pakaian, perhiasan, telepon seluler, kamera hingga penyedot debu mewah.

Dikutip dari Sydney Morning Herald, dokumen dari Pengadilan Australia mengungkapkan daftar panjang transaksi yang dilakukan Lee dengan menggunakan uang yang diduga didapat dari Westpac.

Westpac mengungkapkan, ada sekitar 79 item yang dibeli di 50 toko dengan menggunakan uang tersebut. Lee diduga menggunakan akun PayPal untuk membeli 52 item termasuk kamera digital Sony, dua kamera Casio, pembersih debu merek Dyson, sepatu Equestria dari Christian Louboutin, bantal kasmir dari Chanel, dua smartphone, 13 syal dan puluhan tas Hermes, termasuk Hermes Himalaya Crocodile Birkin seharga Rp2 miliar.

Dia juga diduga mentransfer uang ke rekening Commonwealth Bank dan menggunakannya untuk belanja sebanyak 20 kali antara Januari-April 2015, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,8 miliar.

Awalnya, dia membeli tas seharga Rp265 juta di toko Chanel, tas Hermes Rp91 juta dan Rp23,7 juta di toko Christian Louboutin dalam satu hari. Namun, empat hari kemudian, Lee kembali menghabiskan uang senilai Rp564 juta untuk produk Bvlgari, Christian Dior dan Hermes.

Westpac menyadari kesalahan besar yang mereka lakukan pada tanggal 7 April 2015 dan segera membekukan rekening Lee dan membawa kasus tersebut ke pengadilan. Namun setelah akunnya dibekukan, dia menggunakan uang dari rekeningnya di Commonwealth selama tiga hari. Dia menghabiskan Rp4,4 miliar dalam tiga kunjungan ke toko Christian Dior di Sydney, Rp721 juta di Chanel dan Rp205 juta di butik online Far Fetch.

Dan pada akhir April, dia menyerahkan sebanyak 27 item senilai Rp13 miliar termasuk gelang Cartier, 16 tas Christian Dior dan empat tas Hermes. Pada bulan Mei, Mahkamah Agung Sydney membuat keputusan bahwa Westpac bisa menyita aset Lee untuk membayar sisa uang yang harus dikembalikan sebesar Rp47 miliar.

Pada September dia dinyatakan bangkrut dan menghilang dari apartemennya pada Februari 2016. Pada Maret, polisi mengeluarkan surat perintah penangkapan dan dia ditangkap di bandara Sydney pada Rabu, 4 Mei 2016 ketika akan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia.
(Freddy Julio – sisidunia.com)