sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Berita Terkini : 2 Laki-Laki Jadi Buron Polisi Setelah Hamili Seorang Wanita

Berita Terkini : 2 Laki-Laki Jadi Buron Polisi Setelah Hamili Seorang Wanita



Jakarta – Dengan iming-iming akan dinikahi, WK, perempuan berusia 16 tahun, warga Kota Tegal, Jawa Tengah rela menjadi tempat lampiasan nafsu para laki-laki beristri.

Berita Terkini : 2 Laki-Laki Jadi Buron Polisi Setelah Hamili Seorang Wanita

Ternyata, setelah WK hamil dua bulan, lelaki itu pergi dengan alasan sudah mempunyai istri yang juga dalam kondisi hamil.

Merasa dirugikan, WK dengan didampingi keluarganya melaporkan kasus itu itu ke Polres Tegal Kota, Jawa Tengah, Rabu (18/5).

Kasat Reskrim, AKP Aris Munandar mengatakan, WK berkenalan dengan BS (23), warga Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, yang mengaku masih perjaka.

“Selama pacaran dengan BS, keduanya sering berhubungan badan layaknya suami istri. Ternyata hubungan badan antara WK dan BS diketahui oleh GC (27), teman BS yang masih satu desa,” kata Aris.

Aris mengatakan, suatu hari GC menjemput WK dari rumahnya, dan membawanya ke indekos di Kecamatan Tegal Timur, buat dipertemukan dengan BS.

“Jadi semula GC disuruh oleh BS untuk menjemput WK, untuk dibawa ke kos-kosan. Di kos-kosan itulah WK digarap oleh BS. Ternyata GC tahu, bahwa WK usai digarap oleh BS. Lantas GC juga minta jatah, dan mengancam jika tidak mau akan disebarkan kepada teman-temannya bahwa WK sudah tidak perawan,” ujar Aris.

Aris melanjutkan, dengan terpaksa WK menuruti kemauan GC. Karena dengan alasan tersebut dijadikan senjata oleh GC, setiap kali ingin berhubungan badan dengan WK. Lantaran seringnya berhubungan badan secara bergantian dengan BS maupun GC, akhirnya WK hamil dengan usia kandungan dua bulan.

“Terbongkarnya kasus itu, setelah WK mengeluh kepada ibunya bahwa ia terlambat datang bulan selama 5 minggu. Hasil pemeriksaan dokter, dinyatakan WK hamil dengan usia kandungan 5 minggu,” ucap Aris.

Aris membeberkan, semula pihak keluarga WK menuntut BS untuk bertanggung jawab menikahi WK. Namun BS menolak.

“GC pun tidak mau bertanggung jawab dengan alasan yang merenggut keperawanan WK adalah BS. Karena tidak ada solusi, akhirnya kedua pria dewasa BS dan GC dilaporkan ke Polres Tegal Kota,” tambah Aris.

Usai mendapat laporan dari korban, pihaknya langsung memerintahkan Tim Buser Unit I Polres Tegal Kota mencari kedua orang itu.

“Sudah saya perintahkan petugas Unit Reskrim untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap mereka,” tutup Aris.
(Freddy Julio – sisidunia.com)