sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Aset Mantan Presiden Argentina Dibekukan

Aset Mantan Presiden Argentina Dibekukan



Buenos Aires – Hakim Federal Argentina memerintahkan untuk membekukan segala harta dan aset mantan presiden Argentina, Cristina Kirchner, terkait dugaan pidana penipuan yang dilakukannya sehingga merugikan negara dengan jalan memanipulasi aktifitas Bank Central Argentina di akhir masa jabatannya.

Aset Mantan Presiden Argentina Dibekukan

“Jelas bahwa mantan presiden memberikan sejumlah instruksi , yang tanpa diragukan dikembangkan secara bersama-sama, kepada Menteri Perekonomian (saat itu) untuk melakukan operasi keuangan,” sebut Hakim Federal Claudio Bonadio dalam pernyataan Mahkamah Agung Argentina, seperti dilansir AFP, Senin (16/5/2016).

Bonadio lantas memerintahkan pembekuan aset Cristina Kirchner sejumlah 15 juta peso atau setara dengan Rp 14 miliar sejak Jumat (13/5/2016).

Selain kepada Cristina, Bonadio juga memerintahkan pembekuan aset milik Axel Kicillof yang menjabat sebagai Menteri Perekonomian pada tahun 2013-2015, ketika Cristina masih menjabat sebagai Presiden Argentina, serta mantan Presiden Bank Central Argentina Alejandro Vanolli dan 12 mantan anggota dewan direksinya.

Menurut pemerintah saat ini, manipulasi aktifitas Bank Central yang diperintahkan oleh Cristina pada waktu itu menyebabkan hilangnya ratusan juta dollar uang negara.

Cristina saat ini sudah tidak lagi dilindungi oleh kekebalan politik setelah mundur dari jabatannya sejak Desember tahun lalu, setelah mantan ibu negara saat suaminya Nestor Kirchner menjabat sebagai presiden ini menjabat selama dua periode.

Selain kasus penipuan manipulasi aktifitas Bank Central Argentina, Cristina juga terseret kasus pidana lain yaitu kasus penggelapan yang dilakukan bersama putranya, terkait bisnis real estate Keluarga Kirchner.
(Samsul Arifin)