Home » News » Ahok Berikan Klarifikasi Terkait Keterlibatan TNI Dalam Proses Penggusuran

Ahok Berikan Klarifikasi Terkait Keterlibatan TNI Dalam Proses Penggusuran



Jakarta – Terkait dengan pelibatan aparat TNI dan Polri saat penggusuran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan bukanlah permintaan Pemprov DKI Jakarta.

Ahok Berikan Klarifikasi Terkait Keterlibatan TNI Dalam Proses Penggusuran

Menurutnya, sebenarnya penertiban tersebut sepenuhnya tanggung jawab Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Sedangkan peran TNI dan Polri hanya sebagai pendampingan sekaligus mengantisipasi kerusuhan.

Peryataan ahok untuk menanggapi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang mempertanyakan keterlibatan personel Polri atau TNI saat melakukan penggusuran di Jakarta. Bahkan, seringkali TNI atau Polri terlibat bentrok dengan warga.

“Itu bukannya mau pakai TNI atau Polri, orang itu (LBH) enggak ngerti. Di dalam peraturan, kalau Satpol PP selalu minta pendampingan Polri. Kalau Polri biasanya mereka minta pendampingan TNI. Jadi yang ngajuin TNI bukan kami sebetulnya. Itu bagian dari Polisi,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Ia menjelaskan, dalam beberapa proses penggusuran memang perlu melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri, dikarenakan diperlukan tenaga tambahan agar penertiban dapat dilaksanakan. Mengingat jumlah anggota Satpol PP yang terbatas.

“Misalnya contoh, Satpol PP tanganin kasus Monas, gebukin, berantem. Kalau kamu digebukin kira-kira bela diri enggak? Membela diri, pasti dorong orang dong. Mendorong orang, jatuh, lapor polisi, kami diproses. Satpol PP ditahan 3 hari 3 malam,” jelas dia.

Selain itu, Ahok berdalih bahwa pelibatan anggota polisi agar bisa menjadi saksi saat terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh warga maupun Satpol PP.

“Tapi kalau ada polisi, kan polisi bisa jadi saksi. Jadi dalam penertiban itu selalu yang di depan adalah Satpol PP,” tandas dia.
(Freddy Julio – sisidunia.com)