Home » News » Beredar 16 Nama Yang Akan Dieksekusi Mati Gelombang Ketiga

Beredar 16 Nama Yang Akan Dieksekusi Mati Gelombang Ketiga



Semarang – Menjelang rencana eksekusi mati tahap ketiga bagi para terpidana mati yang telah diwacanakan oleh Jaksa Agung, berbagai persiapan telah dilakukan, baik di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan maupun di pihak kepolisian yang bertindak sebagai eksekutor.

Beredar 16 Nama Yang Akan Dieksekusi Mati Gelombang Ketiga

Namun demikian, hingga kini Jaksa Agung belum mengeluarkan pemberitahuan terkait daftar nama para terpidana mati yang masuk dalam eksekusi mati gelombang ketiga.

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Kejaksaan Agung, di kalangan wartawan telah beredar 16 nama terpidana mati yang kabarnya masuk di dalam daftar eksekusi mati nanti. Keenambelas nama tersebut beredar melalui grup WhatsApp para wartawan.

Saat ditanya terkait daftar nama yang telah beredar tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Aloysius Liliek Darmanto enggan berkomentar.

“Tolong tanyakan ke Jaksa Agung saja. Kami tak berwenang menyebutkan nama tersebut. Komando ada pada mereka,” kata Liliek saat dikonfirmasi dalam pesan singkat, Jumat (13/5/2016).

Jawaban yang sama juga didapatkan dari Humas Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, Nando, yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai wewenang untuk membuka data tersebut.

Berikut daftar 16 nama terpidana mati yang beredar, yang kabarnya akan dieksekusi:

1. Ozias Sibanda (Zimbabwe).
Nomor registrasi MT.05/2008, Lahir 01-10-1973, laki-laki. Putusan nomor 1135.K/PID/2002 tanggal 15 Agustus 2002. Perkara Pasal 82 UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

2. Obina Nwajagu Bin Emeuwa (Nigeria).
Nomor registrasi MT.07/2008. Lahir 18-01-1974, laki-laki. Putusan nomor 513.K/PID/2003. Perkara Pasal 82 UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

3. Fredderikk Luttar (Zimbabwe).
Nomor registrasi MT 10/2008, laki-laki. Putusan nomor 297/PID/2006/PT.DKI tanggal 05-01-2007. Perkara pasal 82 UU Nomor 22/1997 tentang Narkotika.

4. Humprey Ejike alias Doctor (Nigeria).
Nomor registrasi MT.02/2013, lahir 05-09-1974, laki-laki, sarjana. Putusan nomor 1715.K/PID/2004 tanggal 25 Juli 2002. Perkara Pasal 78 UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

5. Seck Osmane (Afrika Selatan).
No reg MT.04/2008. lahir 16-04-1974, laki-laki, Protestan, putusan nomor 2107.K/PID/2004/MA.RI tanggal 25-01-2005. Perkara Pasal 28 (1) a UU nomor 22/1997 tentang narkotika.

6. Zhu Xu Xhiong bin Zu Kgung Yung (China).
Nomor registrasi MT.40/D/2007, lahir 10-06-1971. Laki-laki, SD. Putusan nomor 771.K/PID/2007. Perkara pasal 59 UU No.5/1997 tentang psikotropika.

7. A yam (Indonesia).
Nomor registrasi MT.03/2007;laki laki, SMP, putusan nomor 65/ PID/2003/ PT.RIAU. Perkara pasal 59/1997 tentang psikotropika.

8. Jun Hao alias A Heng al Vass Liem (Indonesia).
Nomor registrasi MT 04/2007, laki-laki, SMA. Putusan nomor 65/ PID/2003/ PT RIAU. Perkara Pasal 59 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.

9. Cheng Hong Xin (China).
Nomor registrasi MT 35/2007; laki-laki, SD. Putusan nomor 771. K/PID/2007/ MA.RI. Perkara Pasal 59 (a) UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.

10. Gang Chung YI (China).
Nomor registrasi MT 36/2007; laki-laki, SD. Putusan nomor 771.K/PID/2007/ MA RI. Perkara Pasal 59 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.

11. Jian Yu Xin (China).
Laki-laki, SD, putusan No.771 K/ PID/2007/ MA.RI. Perkara Pasal 59 UU No.5/1997 tentang psikotropika.

12. Fredi Budiman bin H Manan alias Budi (Indonesia).
Laki-laki, SD, putusan No 2267/PID.SUS/2012/ PN.Jak Bar, perkara pasal 114 UU No 35/2009.

13. Zulfikar Ali Alias Ali (Indonesia).
Laki-laki, Islam, SMP. No Reg B1.0001 / D/MT/2010; putusan No 2253.K/ PID/2005/ MA.RI, perkara pasal 82(1a) juncto pasal 78( 1B-) UU No 22/1997 tentang Narkotika.

14. Suryanto bin Swehong (Indonesia).
Laki-laki putusan No 82/ PID.B/2007/PN.BTM perkara UU No 5/1997 tentang psikotropika.

15. Agus Hadi bin Hadi (Indonesia).
Laki-laki, putusan No 82/ PID.B/ PN BTM perkara UU No 5 tentang psikotropika.

16. Pujo Lestari bin Sukatno (Indonesia).
Laki-laki, putusan No 82/PID.B/2007/PN BTM. (Perkara tidak dicantumkan)
(Samsul Arifin)