Home » News » Hasil Survey: 25 Persen Pengumpul KTP Teman Ahok Adalah Pemilih PDIP

Hasil Survey: 25 Persen Pengumpul KTP Teman Ahok Adalah Pemilih PDIP



Jakarta – Hasil survey terbaru pada April 2016 mengungkapkan bahwa pengumpul KTP terbanyak bagi Teman Ahok adalah pemilih PDIP saat pemilihan legislatif 2014 lalu.

Hasil Survey: 25 Persen Pengumpul KTP Teman Ahok Adalah Pemilih PDIP

Survey yang dilakukan oleh Cyrus Network pada 1000 responden warga DKI ini dimaksudkan untuk menguji pengenalan warga DKI Jakarta terhadap relawan Teman Ahok.

Dari 1000 responden, tercatat 60,6 persen mengaku sudah mengenal Teman Ahok, sedangkan 30,3 persen tidak pernah mengenal.

“Pengenalan publik terhadap Teman Ahok 60,6 persen, 30,3 persen tidak pernah (mengenal), dan 9,1 persen tidak menjawab,” ujar Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto, di Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Dari 60, 6 persen responden yang mengaku telah mengenal Teman Ahok, 13,5 persennya telah menyerahkan KTP untuk pasangan Ahok-Heru
“Dari responden yang sudah memberikan KTP tersebut, setengahnya adalah pemilih PDI-P (pada Pileg 2014),” kata Eko.

Eko menyebutkan, pengumpul KTP untuk Ahok paling besar, yaitu sekitar 25 persennya, adalah pemilih PDIP. Jika KTP untuk Ahok sekarang sudah mencapai 800 ribu, maka cukup besar kontributor pemilih PDIP bagi Teman Ahok.

Survei yang dilakukan Cyrus Network ini secara tatap muka dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di DKI Jakarta. Pemilihan responden dilakukan dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error lebih kurang 3,1 persen.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, berdasarkan hasil survey tersebut, PDIP bisa saja kehilangan pemilihnya waktu pemilihan legislatif 2019 nanti.

“Potensi mereka ditinggalkan pemilihnya di DKI tinggi. Pemilih PDI-P di DKI ninggalin PDI-P itu sinyal penting mendekati Pileg 2019. 25 persen yang menyerahkan KTP (untuk Ahok-Heru) itu pemilih PDI-P,” kata Ray dalam kesempatan yang sama.
(Samsul Arifin)