sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengusaha Ini Akui Beri Rp 500 Juta ke Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR

Pengusaha Ini Akui Beri Rp 500 Juta ke Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR



Jakarta – Seorang pengusaha bernama Abdul Khoir, yang merupakan Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, mengaku telah memberikan uang sebesar Rp 500 Juta kepada pimpinan dan anggota Komisi V DPR atas permintaan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

Pengusaha Ini Akui Beri Rp 500 Juta ke Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR

Menurut Abdul Khoir, uang sejumlah itu akan diserahkan oleh Amran kepada rombongan Komisi V DPR yang mengadakan kunjungan kerja ke Maluku pada Agustus 2015 lalu.

Amran juga meminta agar uang tersebut dibagi-bagi dalam beberapa amplop dan diberi catatan.

“Yang jelas, di catatan itu ada keterangan ketua, wakil ketua, anggota, kemudian Damayanti, pendeta, dan anggota 12 orang dikali jumlah sekian,” kata Abdul Khoir kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Uang yang telah disiapkan tersebut lantas diberikan Abdul Khoir langsung kepada Amran di Swiss-Bellhotel Ambon, tempat para anggota Komisi V DPR menginap.

Abdul Khoir mengaku, dirinya terpaksa memenuhi keinginan Amran karena Amran mempunyai wewenang yang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai kontraktor di Maluku. Abdul khawatir bila tidak memenuhi keinginan tersebut, dirinya akan dipersulit dalam bekerja.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri telah menetapkan Amran sebagai tersangka. Amran diduga terlibat dalam kasus dugaan suap anggota DPR terkait proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Amran juga diduga telah menerima uang lebih dari Rp 15 miliar dari para pengusaha, termasuk melalui dari Abdul Khoir.
(Samsul Arifin)