sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Genjer-Genjer, Dari Disukai Jadi Ditakuti

Genjer-Genjer, Dari Disukai Jadi Ditakuti



Jakarta – Genjer-Genjer karya pencipta lagu asal Banyuwangi, M Arif, yang dulu begitu sangat populer di kalangan masyarakat bawah, kini menjadi lagu yang menakutkan untuk dinyanyikan, bahkan hingga sekarang.

Genjer-Genjer, Dari Disukai Jadi Ditakuti

Menurut sejarah, lagu Genjer-Genjer diciptakan oleh M Arif pada tahun 1943 sebagai bentuk protes terhadap penjajah Jepang yang menguasai Indonesia pada waktu itu.

Dalam lagunya, Arief hendak menggambarkan bagaimana menderitanya rakyat Indonesia pada waktu itu, hingga tanaman genjer yang merupakan tanaman gulma atau pengganggu yang biasa ditemui sawah atau rawa-rawa, menjadi makanan rakyat karena kemiskinan yang terjadi.

Dari sisi keindahan sebuah lagu, Genjer-Genjer memang enak didengar karena iramanya yang syahdu. Bahkan artis Lilis Suryani dan Bing Slamet pun pernah menyanyikan lagu ini.

Namun dalam perkembangannya, lagu ini kemudian diadopsi oleh Partai Komunis Indonesia, dan seperti menjadi lagu wajib yang harus diperdengarkan setiap ada acara yang melibatkan PKI.

Setelah PKI menjadi partai terlarang di Indonesia, semua yang berbau PKI seperti atribut, termasuk lagu Genjer-Genjer ini ikut dilarang keberadaannya di Indonesia.

M Arif sendiri, setelah sempat ditarik masuk ke Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi sayap PKI, kini keberadaannya tidak diketahui meski sempat ada kabar M Arif ditahan di LP Kalibaru Banyuwangi dan dipindah ke LP Lowokwaru, Malang.

Lagu Genjer-Genjer yang dulu disukai kini menjadi lagu yang amat menyeramkan karena ada cap PKI yang kini melekat kepadanya.
(Samsul Arifin)