sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Gagal Ikut SNMPTN, 300 Siswa Salahkan Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang

Gagal Ikut SNMPTN, 300 Siswa Salahkan Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang



Jakarta – Aksi demonstrasi dilakukan siswa dengan membentangkan sejumlah poster di sela pertemuan orang tua dengan SMAN 3 Semarang di Ruang Multimedia SMAN 3 Semarang.

Gagal Ikut SNMPTN, 300 Siswa Salahkan Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang

Dalam aksi tersebut, siswa SMA Negeri 3 Semarang meminta kepada Kepala Sekolah, Bambang Nianto Mulyo untuk bertanggung jawab atas kegagalan siswa IPA reguler pada SNMPTN 2016.

Dalam poster-poster itu bertuliskan, antara lain “Terima Kasih, Pak, Karena Sudah Sembrono”, “3 Tahun Kami Mengejar Nilai Sia-Sia Karena Bapak”, dan ‘Kesembronoan Anda, Citra Sekolah Kami Hancur”.

Sempat sebelumnya, para siswa menempelkan poster-poster itu di pagar lapangan tenis yang berada di depan ruang multimedia. Namun salah satu guru meminta untuk menurunkan poster-poster tersebut kepada siswa.

Gagal Ikut SNMPTN, 300 Siswa Salahkan Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang

Siswa menuruti keinginan guru itu, namun para siswa kembali membentangkan poster di depan ruang multimedia menyambut orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah keluar dari ruangan.

Seluruh siswa program IPA reguler SMAN 3 Semarang berjumlah 380 orang tidak ada yang lolos SNMPTN 2016. Sementara program IPA akselerasi ada 14 siswa lolos, dan IPS yang lolos 22 siswa.

Salah satu siswa SMAN 3 Semarang, Rizky mengatakan para siswa, terutama IPA reguler mengaku kecewa terhadap kepala sekolah dianggap menyebabkan mereka gagal menembus SNMPTN.

“Kasihan teman-teman. Ada yang menang olimpiade, lomba, dan sebagainya, tetapi gagal SNMPTN. Kami ingin Pak Bambang (kepala sekolah) bertanggung jawab. Itu aja,” kata siswa IPA ini.

Para siswa, sambung Rizki, sudah membaca berbagai pemberitaan terkait dengan gagalnya seluruh siswa IPA reguler SMAN 3 Semarang menunjukkan kesalahan saat input data nilai dari sekolah.

“Pak Bambang sendiri malah menyalahkan siswa dengan mengatakan input data tanggung jawab kami. Kami tambah kecewa karena disalahkan. Yang melakukan input nilai adalah petugas admin,” bebernya.

Rizki menambahkan, para siswa meminta sekolah untuk bertanggung jawab, terutama menyiapkan siswa untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) setelah kegagalan pada SNMPTN.

“Kami minta (sekolah) memfasilitasi kami belajar untuk mengikuti SBMPTN. Sebab, SBMPTN kan tidak mudah. Ini (peserta aksi) ada juga siswa IPS, sebagai bentuk solidaritas,” tegasnya dikutip dari Antara.

Harapan terakhir para siswa kini adalah SBMPTN, karena untuk memperjuangkan SNMPTN sudah tidak mungkin lagi, sebab kuota SNMPTN di PTN tahun ini sudah terisi dan tidak mungkin diganti pendaftar lain.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Semarang Bambang Nianto Mulyo menapik kesalahan bukan pada sekolah, karena sekolah sudah melaksanakan input data siswa sebagaimana ketentuan yang ditetapkan.
(Freddy Julio – sisidunia.com)