sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Berita Terkini : Tersangka Korupsi Kena Serangan Jantung Saat Didatangi Penyidik

Berita Terkini : Tersangka Korupsi Kena Serangan Jantung Saat Didatangi Penyidik



Jakarta – Paulus Watang, salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset negara, terkena serangan jantung ketika hendak ditahan penyidik dari Kejaksaan Tinggi NTT, Rabu (11/5) malam.

Berita Terkini : Tersangka Korupsi Kena Serangan Jantung Saat Didatangi Penyidik

Tersangka yang tengah terbaring sakit, tiba-tiba melompat dari tempat tidur medis saat penyidik berencana membawa paksa dia ke rumah tahanan. Sebelumnya, ia diminta menandatangani berita acara pelimpahan tahap dua oleh penyidik ke Jaksa Penuntut Umum, namun ia menolak untuk menandatangani BAP tersebut.

Ketika turun dari tempat tidurnya, Paulus terkena serangan jantung. Kejadian ini sempat membuat tim medis dan pengacara panik. Paulus langsung dievakuasi ke mobil ambulance dan dilarikan ke rumah sakit Umum Siloam Kupang, untuk dirawat secara intensif.

“Kejaksaan Negeri Oelmasi menyatakan bahwa tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan di rutan LP Penfui. Tetap ketika kami menyatakan dan menyampaikan hal itu kepada tersangka, tersangka sempat shock akhirnya sempat lompat turun dari tempat tidur dan menyatakan dirinya sakit,” ujar Shirley Manutede, Rabu (12/5).

Untuk mengetahui kepastian kondisi kesehatan tersangka, Kejati NTT membawanya ke rumah sakit. “Jadi statusnya, sudah ditahan tetapi masih diperiksa di rumah sakit. Kalau memang harus butuh perawatan nanti,” tambah Shirley.

Fransisco Besi, kuasa hukum tersangka Paulus Watang menyayangkan tindakan yang dilakukan penyidik Kejati NTT saat datang langsung ke kediaman Paulus Watang. Dia mengatakan, saat ini kliennya masih sakit, dia juga menyakinkan kepada pihak penyidik bahwa kliennya akan tetap menjalani proses hukum jika sudah dinyatakan sembuh nantinya.

“Dia sakit, saya bisa buktikan dengan dokumen surat yang sangat banyak. Tetapi yang disampaikan beliau tadi, ditemani penyidik yang melihat kondisi beliau kalau bisa pak Paul ini, tidak usah dikejar, saya akan pelan-pelan selesaikan ini tuntas, itu. Kita mencoba dalam hal ini lebih ke sisi kemanusiaan. Kalau bisa kesampingkan hukum, kemanusiaan yang kita pentingkan,” Kata Fransisco.
(freedy julianto – sisidunia.com)