sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Tidak Temukan Saksi dan Alat Bukti Yang Menguatkan Gadis Manado Diperkosa

Polisi Tidak Temukan Saksi dan Alat Bukti Yang Menguatkan Gadis Manado Diperkosa



Jakarta- Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami SC (19), Gadis asal Manado yang saat ini sedang ditangani Polda Sulawesi Utara sepertinya belum menemui titik terang karena polisi mengaku belum menemukan keterangan saksi dan alat bukti yang mendukung laporan SC bahwa dirinya telah diperkosa oleh 19 orang pria.

Polisi Tidak Temukan Saksi dan Alat Bukti Yang Menguatkan Gadis Manado Diperkosa

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, dari enam orang saksi yangtelah dimintai keterangan, tidak satupun yang membenarkan telah terjadi tindakan pemerkosaan terhadap SC.

“Sampai hari ini dapat dikatakan saksi dan alat bukti itu tidak mendukung kalau ada pemerkosaan. Belum ada (pernyataan pemerkosaan), kawan dia sudah diambil keterangan itu,” ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Bukan hanya saksi, alat bukti dan hasil visum yang dilakukan oleh tim dari kepolisian juga tidak mendukung adanya pemerkosaan yang dialami oleh SC.

Alat bukti berupa pakaian dalam SC yang dipakai saat kejadian juga sudah dicuci. Padahal, dari pakaian dalam itu akan diketahui apakah pemerkosaan memang benar terjadi.

“Belakangan muncul seolah ada sekian orang yang perkosa, tapi dari awal melapor, tidak ada terlapor siapa itu, tidak disebutkan. Yang melaporkan juga bukan dia, tapi ibunya namanya ibu Rina,” kata Boy.

Menurut Boy, Polri telah menerjunkan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengawal dan mengawasi penyelidikan di Polda Sulawesi Utara, untuk memastikan apakah memang benar ada terjadi pemerkosaan terhadap SC.

Polda Sulut sendiri telah menetapkan dua teman SC, yaitu Y dan M sebagai tersangka.
(Samsul Arifin)