sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Siswi Yang Terlibat Bullying Tidak Diluluskan

Siswi Yang Terlibat Bullying Tidak Diluluskan



Jakarta – Enam siswi kelas XII SMAN 3 Jakarta Selatan yang terlibat aksi bullying terhadap adik kelasnya akhirnya dijatuhi sanksi dengan tidak diluluskan, bahkan dikeluarkan dari sekolah.

Siswi Yang Terlibat Bullying Tidak Diluluskan

“Hasil rapat Dewan Guru memutuskan, sikap mereka yang berenam itu tidak baik karena terjadi pem-bully-an terhadap adik-adiknya sehingga Dewan Guru memutuskan bahwa anak yang terlibat bully itu dinyatakan tidak lulus,” ujar Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta, Ratna Budiarti, Senin (9/5/2016).

Bukan hanya tidak diluluskan, keenam siswi tersebut tidak diperkenankan mengulang di SMAN 3 karena mereka telah dikeluarkan dan dikembalikan ke orang tua masing-masing. Bahkan mereka juga tidak dapat mengulang di SMA Negeri manapun di wilayah Jakarta.

“Jadi kalau mereka mau mengulang di sekolah lain, di swasta. Karena berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, siswa yang terlibat bullying, kekerasan, tawuran, tidak bisa diterima di (sekolah) negeri di DKI Jakarta. Alternatif kedua tidak mengulang tapi ikut ujian Paket C tahun depan, tahun 2017,” kata Ratna.

Sebelumnya pihak sekolah hanya ingin menjatuhi hukuman dengan menahan ijasah mereka saja, namun keputusan tersebut berubah setelah Dewan Guru mengadakan rapat kelulusan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto, ada tiga kriteria yang menentukan kelulusan seorang siswa, yaitu sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, punya perilaku yang baik, dan lulus ujian sekolah.

Aksi bullying ini berawal ketika seorang murid kelas XII melihat adik kelasnya kelas X mengunjungi sebuah kafe yang menurut mereka belum waktunya adik kelas tersebut berada di tempat seperti itu.

Esoknya, mereka memanggil siswi kelas X tersebut dan dibawa ke sebuah warung di depan sekolah. Di sana, korban lantas disiram dengan air teh dari kemasan botol dan abu rokok sambil diolok-olok.
(Samsul Arifin)