Home » News » Panggil Ahok : Status Saksi Dalam Kasus 2 Raperda KPK

Panggil Ahok : Status Saksi Dalam Kasus 2 Raperda KPK



Jakarta – Hari ini akan digelar sebuah pertemuan empat mata, antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Panggil Ahok : Status Saksi Dalam Kasus 2 Raperda KPK

Pertemuan tersebut diselenggarakan pada hari Selasa (10/5/16), dimana Ahok sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi di teluk Jakarta.

“Iya benar,” ujar Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati pada sisi dunia, Senin, 9 Mei 2016.

“Keterangan tentang proses pembahasan raperda, latar belakang penetapan besaran kontribusi tambahan, dan perizinan reklamasi yang dikeluarkan selama yang bersangkutan menjabat,” ungkap Yuyuk.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja, dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro.

Sanusi diduga menerima suap Rp 2 miliar‎ dari PT APL terkait pembahasan Raperda RWZP3K dan Raperda RTR Kawasan Pesisir Pantai Utara Jakarta oleh DPRD DKI Jakarta. Kedua raperda diketahui, sudah 3 kali ditunda pembahasannya di tingkat rapat paripurna.

Selaku terduga penerima, M Sanusi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

‎Sementara Ariesman dan Trinanda selaku terduga pemberi dikenakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
(freddy yulianto-sisidunia.com)