sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Keluarga Korban Kebakaran Menggugat RS Mintohardjo ke Pengadilan

Keluarga Korban Kebakaran Menggugat RS Mintohardjo ke Pengadilan



Jakarta – Keluarga korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di chamber hiperbarik Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Jakarta Pusat, merencanakan untuk menggugat pihak RS secara pidana dan perdata.

Keluarga Korban Kebakaran Menggugat RS Mintohardjo ke Pengadilan

Salah satu keluarga korban, yaitu istri dari almarhum Irjen Purn Abubakar Nataprawira, Trimurni, mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa dengan penanganan kasus kebakaran yang merenggut nyawa empat orang yang terkesan lamban ini. Karena itu, dirinya bersama Kuasa Hukum mengambil inisiatif untuk membawa masalah ini ke jalur pengadilan.

Trimurni mengaku, ia mempunyai bukti-bukti terjadinya dugaan kelalaian dan kesengajaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“Salah satunya ada dugaan putusnya aliran arus pendek sehingga terjadi ledakan. Ada kelalaian di sini. Nanti saya akan buka di persidangan,” kata Trimurni di Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).

Trimurni menambahkan, proses investigasi yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan POM TNI AL terkesan tidak profesional dan menutup-nutupi kasus ini agar tidak tersiar secara luas ke masyarakat.

“Mereka tidak sungguh-sungguh dan tidak transparan. Hal itu terlihat dari sikap mereka yang terkesan meremehkan kasus ini,” tambahnya

Karena itu, Trimurni mendesak Komnas HAM untuk bekerjasama dengan KASAL dan Panglima TNI agar kasus ini lebih cepat terbuka dan tidak berlarut-larut.

Diketahui sebelumnya, sebuah ledakan yang menyebabkan terjadinya kebakaran terjadi di Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RS TNI AL Mintohardjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 14 Maret 2016. Dalam peristiwa ini, empat orang pasien yang tengah melakukan terapi menjadi korban.
(Samsul Arifin)