sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Kembali Diperiksa KPK Hari Ini

Ahok Kembali Diperiksa KPK Hari Ini



Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (10/5/2016) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus dugaan suap mengenai pembahasan Raperda tentang reklamasi pantai utara Jakarta.

Ahok Kembali Diperiksa KPK Hari Ini

“Iya benar,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfimasi, Senin (9/4/2016).

Yuyuk Andriati menjelaskan, keterangan Ahok kembali dibutuhkan untuk melengkapi berkas pemeriksaan terkait proses pembahasan Raperda.
“Keterangan tentang proses pembahasan Raperda, latar belakang penetapan besaran kontribusi tambahasan, dan perizinan reklamasi yang dikeluarkan selama yang bersangkutan menjabat,” jelas Yuyuk.

Ahok sendiri menegaskan bahwa dirinya akan hadir memenuhi panggilan KPK agar kasus cepat selesai dan segera dibawa ke pengadilan.

“Biar cepat. Dia (KPK) mau naikkan ke pengadilan,” kata Ahok saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di MTs Negeri 3, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

Sejauh ini, KPK telah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan terkait dugaa kasus suap ini. Mereka diantaranya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati, Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta Gamal Sinurat, Kepala Sub Bidang Penataan Ruang, Pertamanan dan Pemakaman Bapedda DKI Feirully Irzal, Sekda DKI Jakarta Saefullah, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Anggota DPRD DKI M Sangaji atau Ongen Sangaji, Wakil Ketua DPRD M Taufik serta Bos PT Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.

Hingga kini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu M. Sanusi sebagai penerima suap, serta Trinanda dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja sebagai pemberi suap.

Kasus ini bermula saat KPK menangkap tangan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi dan Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro pada Kamis (31/3/2016) setelah Sanusi menerima uang suap dari Trinanda.
(Samsul Arifin)