sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Berita Terbaru : Penggusuran Wilayah Leuser, DPRD Utus Camat Sebagai Perantara

Berita Terbaru : Penggusuran Wilayah Leuser, DPRD Utus Camat Sebagai Perantara



Jakarta – Aksi penolakan yang dilakukan oleh warga terkait dengan pembersihan wilayah Lauser, Kebayoran Baru. Sedangkan menurut pendapat Pemprov DKI Jakarta sendiri, tanah yang di tempati oleh warga tersebut sebenarnya milik PAM Jaya.

Berita Terbaru : Penggusuran Wilayah Leuser, DPRD Utus Camat Sebagai Perantara

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Asisten Bidang Pemerintahan Wali Kota Jakarta Selatan, Jayadi, ia menjelaskan bahwa tanah yang ditempati oleh warga Lauser, RT08/08, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan adalah tanah milik PAM Jaya, yang kini sudah diberikan PAM Jaya kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Dari awal kami sudah sampaikan warga sudah kami aja dialog untuk bagaimana solusinya karena warga menempati tanah milik PAM Jaya. Kami pun enggak main sikat, tiga kali kami ajak berdialog tapi warga tidak pernah datang,” ujar Jayadi usai rapat dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).

Jayadi mengaku, nantinya akan melaporkan hasil rapat dengar pendapat ini kepada Wali Kota Jakarta Selatan dengan agenda melakukan dialog ulang bersama warga.

Seperti diketahui, lahan yang menjadi perdebatan sebanyak 2.084 meter persegi dengan 63 KK akan digusur oleh Pemkot Jaksel.

“Kami akan teruskan ke Wali Kota dan kami akan mengadakan dialog ulang seperti rekomendasi yang diberikan DPRD,” tukasnya.

Sebelumnya, terkait dengan penggusuran di wilayah tersebut, sebagai perantara pemerintahan DPRD DKI Jakarta memanggil Camat Kebayoran Baru, Jaksel untuk berdiskusi dengan warga Lauser RT08/08, Kebayoran Baru, Jaksel.

Camat Kebayoran Baru Fidiyah Rokhim mengatakan, dia dipanggil ke DPRD DKI Jakarta untuk membicarakan rencana penggusuran warga Lauser dan penerbitan surat peringatan penggusuran. Pembicaraan itu juga dilakukan dengan perwakilan warga Lauser.

“Hasilnya, hari ini tak ada SP2. Ini akan kami bicarakan dahulu dengan Pak Wali Kota Jaksel. Selanjutnya bagaimana, saya tunggu atensi dari Pak Wali,” ujarnya pada Sindonews.
(Freddy Julio – sisidunia.com)