Home » News » Media Asing Ikut Soroti Kasus Yuyun

Media Asing Ikut Soroti Kasus Yuyun



Jakarta – Kasus pemerkosaan brutal hingga menyebabkan seorang siswi SMP di Bengkulu, Yuyun (14), tewas tidak hanya membuat terkejut masyarakat Indonesia namun juga media asing turut menyorotinya.

Media Asing Ikut Soroti Kasus Yuyun

Yuyun yang dalam perjalanan pulang dari sekolah diperkosa oleh 14 orang hingga tewas pada Sabtu (2/4/2016). Jasad Yuyun baru ditemukan dua hari kemudian, 4 April 2016.

Kasus memilukan ini sempat tidak tersorot oleh media asing hingga seorang warga asing yang bermukim di Jakarta, Kate Walton, mengungkit kasus brutal ini ke publik. Dari sinilah kemudian beberapa media asing online mulai mengangkat kasus Yuyun ini.

Time.com misalnya, menyoroti pernyataan Kate Walton yang menyebutkan bahwa kasus Yuyun ini adalah pemerkosaan paling brutal yang terjadi pada 2016.

“Yuyun merupakan satu dari 44 wanita dan gadis yang dibunuh pada empat bulan pertama 2016, tapi kasusnya adalah salah satu yang paling brutal,” tutur Walton.

Sydney Morning Herald dari Australia mengangkat berita tentang desakan aktivis dari Politik Rakyat, Vivi Widyawati, terkait pengesahan rancangan undang-undang tentang kekerasan seksual yang hingga kini masih belum rampung.

“Semakin lama RUU itu disahkan menjadi UU, semakin banyak korban-korban yang akan berjatuhan,” tegas Vivi.

Sementara itu media asal Inggris, BBC, mengutip pernyataan Kartika Jahja, aktivis perempuan dari Kolektif Betina, yang mencetuskan gerakan kepedulian terhadap kasus Yuyun di media sosial dengan tagar #NyalaUntuk Yuyun.
(Samsul Arifin)