sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sebarkan Video Ancaman Eksekusi Terhadap Tiga Tawanan

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sebarkan Video Ancaman Eksekusi Terhadap Tiga Tawanan



Manila – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali memberikan ancaman terkait permintaan uang tebusan terhadap tiga warga negara asing yang saat ini masih mereka sandera.

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sebarkan Video Ancaman Eksekusi Terhadap Tiga Tawanan

Ancaman tersebut mereka umumkan dalam bentuk video lalu mereka sebarkan dengan maksud untuk segera mendapatkan tanggapan.

Seperti diketahui, saat ini Abu Sayyaf masih menyandera tiga orang warga negara asing, yaitu Robert Hall dari Kanada, Marites Flor dari Filipina, dan Kjartan Sekkingstad dari Norwegia. Ketiganya adalah rekan John Ridsdel, warga Kanada, yang telah dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf karena sampai batas waktunya uang tebusan belum juga diberikan.

Dalam video terbaru yang dilaporkan pada Selasa (3/5/2016) oleh SITE Intelligence Group, terlihat ketiga sandera tersebut duduk di depan enam orang bersenjata yang berdiri di belakang mereka.

“Jika tuntutan tidak dipenuhi kita akan dieksekusi seperti teman kita, John,” kata para sandera dalam video tersebut seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/5/2016).

Seorang anggota Abu Sayyf mengingatkan agar pemerintah Kanada, Filipina, dan Norwegia agar tidak menunda-nunda waktu lagi sehingga ketiganya dapat dikembalikan dengan dengan selamat.

Robert Hall, salah seorang sandera memohon agar pemerintah segera memenuhi permintaan para penyandera demi keselamatan mereka.

“Berhentilah menembaki kami dan mencoba untuk membunuh kami. Orang-orang ini akan membalasnya,” kata Hall kepada pemerintah Filipina.

Ketiga orang sandera tersebut diculik bersama almarhum John Ridsdel. Mereka kemudian dibawa ke sebuah tempat penyekapan kelompok Abu Sayyaf di sebuah pulau terpencil Jolo. Sementara itu, John Ridsdel dieksekusi pada Senin (25/4/2016) karena batas waktu penyerahan uang tebusan telah lewat.
(Samsul Arifin)