sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Bu Risma Dipandang Belum Bisa Tandingi Ahok

Bu Risma Dipandang Belum Bisa Tandingi Ahok



Jakarta – Teka-teki terkait bakal calon gubernur DKI Jakarta yang akan dimajukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih belum terjawab meski pada beberapa waktu lalu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pernah berkunjung ke Surabaya dan bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Bu Risma Dipandang Belum Bisa Tandingi Ahok

Namun belakangan, nama Bu Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, kembali muncul dan dianggap sebagai sosok yang sepadan bila bertarung dengan Ahok dalam Pilkada 2017 mendatang.

Terkait kemungkinan majunya Bu Risma untuk ikut dalam bursa bakal calon gubernur DKI Jakarta, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mempunyai pendapat lain.

Ikrar Nusa Bhakti menilai terlalu riskan bila nantinya Bu Risma dimajukan oleh PDIP untuk bertarung dengan Ahok karena hingga saat ini tidak ada satupun lembaga survey yang menunjukkan elektabilitas Bu Risma mengalahkan Ahok.

“Nyatanya hingga saat ini Basuki Tjahaja Purnama masih lebih unggul secara elektabilitas,” ujar Ikrar, Rabu (4/5/2016).

Menurut survey yang dirilis Charta Politika pada 30 Maret 2016, elektabilitas Ahok jauh di atas lawan-lawannya, yaitu 51,8 persen sedangkan Risma berada di posisi ketiga dengan 7,3 persen. Yusril Ihza Mahendra di posisi kedua dengan 11 persen.

Melihat hal ini, Ikrar berpandangan, hal yang paling realistis yang harus diambil oleh PDIP adalah kembali mendukung Ahok dalam Pilkada 2017 nanti bila masih ingin menjadi partai penguasa di DKI Jakarta.

“Politik itu jangan menggunakan emosi. Meskipun Ahok belakangan ini sering mengeluarkan pernyataan yang kurang mengenakkan bagi PDI-P, tapi kan dia punya hasil kerja yang bisa dipertimbangkan,” papar Ikrar.
(Samsul Arifin)