sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kisah Dibalik Sosok Pelaku Penyayatan Di Yogyakarta

Kisah Dibalik Sosok Pelaku Penyayatan Di Yogyakarta



Jakarta – Nama Bobby Adhie Nugroho (40), pelaku teror penyayatan di Yogyakarta, ternyata sudah mempunyai seorang istri yang tinggal di Banjaranyar IV No 17, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Kisah Dibalik Sosok Pelaku Penyayatan Di Yogyakarta

Menurut informasi yang didapat sisi dunia dari sang istri, Satukah (41), sosok pribadi Bobby dikenalnya sebagai suami yang pendiam. Sejak menikah, pasangan yang belum dikaruniai anak ini jarang bertemu lantaran Bobby memilih bekerja di Yogyakarta.

Ditemui sisi dunia di rumahnya, Selasa (3/5/2016) sore, umur hubungan suami istri yang mereka jalani ternyata sudah mencapai tujuh tahun. Namun, sejak menikah Bobby enggan tinggal bersama dirinya di Kota Mojokerto.

Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Sapari Santoso dan Tarti Widiandari itu memilih bekerja di Malang. Namun, sekitar dua tahun yang lalu, Bobby pindah ke Yogyakarta tinggal bersama orang tuanya.

“Dia endak mau tinggal di Mojokerto karena malu tak punya pekerjaan. Pernah melamar kerja endak ada yang menerima. Sekitar dua tahun lalu pindah ke Yogyakarta karena rumahnya di Malang dijual oleh orang tuanya,” kata Satukah.

Sejak menikah, kata anak terakhir dari 9 bersaudara pasangan almarhum Sali dan Sariati, menolak mengikuti Bobby bekerja di Malang dan Yogyakarta lantaran dirinya juga mempunyai pekerjaan di Mojokerto. Yakni, menjadi pengasuh anak.

“Biasanya pulang ke rumah paling cepat 2-3 bulan sekali. Hanya saat pulang itu memberi nafkah. Kalau komunikasi melalui handphone sering,” ujarnya.

Selama 7 tahun menikah dengan Bobby, Satukah belum dikaruniai momongan. Selama itu pula, dia tak pernah tahu apa pekerjaan suaminya. Baik saat di Malang maupun saat di Yogyakarta.

“Saya endak tahu pekerjaannya apa. Dulu dia pernah bilang kalau pernah jadi sales dan tukang kebun,” ungkapnya.

Tidak hanya Satukah yang menilai Bobby merupakan sosok pria yang pendiam. Bahkan, pria asal Yogyakarta itu juga dikenal pendiam dan tak pernah bergaul dengan tetangga selama tinggal di Kota Mojokerto.

“Kalau pas pulang bisa sampai satu bulan di rumah. Namun, setiap hari hanya di dalam rumah. Tak pernah komunikasi dengan tetangga,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Satukah terkejut saat mendengar kabar dari tetangganya yang mengatakan bahwa Bobby ditangkap polisi di Yogyakarta.

“Belum ada pemberitahuan dari polisi. Tadi siang saya tahunya dibilang tetangga soal ini. Tentu saja saya kaget, saya belum percaya kalau dia melakukan itu (teror penyayatan),” pungkasnya.

Bobby ditangkap polisi di rumah kontrakan saudaranya di Sonopakis, Kasihan, Bantul, pada Senin (2/5) malam. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti 1 buah cutter warna hitam kombinasi merah dan kuning dengan panjang gagang 14 cm, panjang mata tajam cutter 8 cm. Sebuah sepeda motor bebek nopol AB 2418 MY, jaket parasit warna biru, sepasang sepatu warna hitam, celana panjang kain warna krem.

Perbuatan pelaku telah mengakibatkan 4 orang perempuan menjadi korban luka. Semua TKP berada di wilayah kota Yogyakarta.
(Freddy Julio – sisidunia.com)