Home » News » Inilah Pengakuan Kivlan Zen Soal Uang Tebusan Abu Sayyaf

Inilah Pengakuan Kivlan Zen Soal Uang Tebusan Abu Sayyaf



Jakarta – Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen kembali memberikan penjelasan mengenai uang tebusan untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf karena masih simpang siurnya kabar terkait ada tidaknya pembayaran tebusan kepada Abu Sayyaf.

Inilah Pengakuan Kivlan Zen Soal Uang Tebusan Abu Sayyaf

Mayjen Kivlan Zen adalah salah satu dari sejumlah negosiator yang diterjunkan untuk berusaha membebaskan 10 WNI ABK kapal Brahma 12 yang disandera kelompok Abu Sayyaf dengan tujuan meminta tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar.

Kivlan memang mengakui bahwa uang tebusan yang diminta penyandera telah disiapkan oleh perusahaan kapal tempat para ABK tersebut bekerja, namun tidak digunakan sama sekali. Kivlan menyebutkan bahwa penyelamatan 10 WNI ini merupakan murni hasil negosiasi.

“Tidak ada serah terima ABK dengan ditukar uang,” tegas Kivlan, Selasa (3/5/2016).

Menurut cerita Kivlan, usaha pembebasan 10 WNI tersebut juga tidak lepas dari bantuan pemerintah Filipina, dalam hal ini Gubernur Sulu Toto Tan yang juga merupakan keponakan pemimpin Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari.

Sedangkan Nur Misuari adalah teman dari Kivlan saat dirinya masih bertugas menjadi pasukan Perdamaian di Filipina Selatan pada 1995-1996.

Namun Kivlan tidak bersedia memberitahu siapa yang menugaskan Kivlan Zen kesana karena sampai saat ini operasi intelijen masih dilakukan.

10 WNI yang telah dibebaskan tersebut diantar dan ditinggalkan begitu saja oleh para penyandera di luar rumah Gubernur Sulu, sebelum kemudian dipulangkan kembali ke Tanah Air.

Pihak PT Brahma International sendiri selaku perusahaan kapal yang dibajak menyatakan tidak ada uang tebusan yang dikeluarkan untuk membebaskan 10 WNI tersebut.
(Samsul Arifin)