Home » News » Acara Pernikahan dan Pemakaman Dilarang Jelang Kongres Partai Pekerja

Acara Pernikahan dan Pemakaman Dilarang Jelang Kongres Partai Pekerja



Pyongyang – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menunjukkan kekuasaannya dengan melarang semua upacara pernikahan dan pemakaman menjelang dilaksanakannya Kongres Partai Pekerja pada Jumat (6/5/2016) waktu setempat.

Acara Pernikahan dan Pemakaman Dilarang Jelang Kongres Partai Pekerja

Menurut laporan Sunday Times, Minggu (1/5/2016), seluruh acara pernikahan dan pemakaman di Korea Utara harus dibatalkan atas alasan keamanan.

Tujuan utama dari Kongres Partai Pekerja ini adalah mengukuhkan Kim Jong Un sebagai pemimpin Korea Utara dan mendeklarasikan Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir.

Pihak keamanan Korea Utara memperketat pengamanan menjelang kongres dengan polisi menutup semua akses masuk untuk mencegah adanya segala bentuk insiden dan gangguan keamanan saat kongres berlangsung.

Pada kongres Partai Pekerja yang terakhir pada 1980 lalu, Kim Jong Un bahkan belum lahir. Pada saat itu, Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, dinobatkan sebagai penerus Kim Il Sung.

Setelah Kim Jong Il meninggal pada 2011, tampuk kepemimpinan jatuh kepada Kim Jong Un. Banyak pihak yang meragukan kemampuannya dalam memerintah Korea Utara karena usianya yang masih muda. Namun dengan berjalannya waktu, Kim Jong Un membuktikan bahwa dirinya mampu, bahkan dia merombak partai dengan mengeksekusi orang-orang yang tidak setia, termasuk pamannya sendiri, Jong Song-Thaek.

Kebijakan Kim Jong Un yang sangat ditentang dunia internasional adalah mengenai pengembangan senjata nuklirnya yang dinilai dapat membahayakan perdamaian dunia.
(Samsul Arifin)