sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pimpinan MNLF Nur Misuari dan Gubernur Sulu Bantu Pembebasan 10 WNI

Pimpinan MNLF Nur Misuari dan Gubernur Sulu Bantu Pembebasan 10 WNI



Jakarta – 10 ABK berkewarganegaraan Indonesia yang disandera sejak 26 Maret 2016 oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf dibebaskan pada hari ini, Minggu (1/5/2016).

Pimpinan MNLF Nur Misuari dan Gubernur Sulu Bantu Pembebasan 10 WNI

“Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak 26 Maret 2016 yang lalu saat ini telah dapat dibebaskan. 10 WNI warga negara kita tersebut dalam keadaan baik dan akan segera dipulangkan ke Indonesia,” demikian kata Presiden Jokowi saat memberian keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016).

Menurut Mayjen Purn Kivlan Zen, salah satu negosiator pembebasan, proses pembebasan mendapatkan bantuan dari pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari dan Gubernur Sulu Toto Tan.

Gubernur Toto Tan adalah keponakan dari Nur Misuari, sedangkan Nur Misuari merupakan teman dari Kivlan Zen saat dirinya masih bertugas di pasukan Perdamaian Filipina Selatan tahun 1995-1996.

“Jadi Nur Misuari terlibat (pembebasan). Dia adalah teman saya,” kata Kivlan Zein.

Lewat Nur Misuari inilah Kivlan Zein dapat berkomunikasi langsung dengan kelompok Abu Sayyaf dan melakukan negosiasi.

Selain itu, Kivlan Zein juga mengatakan bahwa pembebasan 10 WNI ini tidak melibatkan uang tebusan, bahkan uang tebusan yang telah disiapkan perusahaan kapal tempat 10 WNI ini bekerja belum dipergunakan.

Pada Minggu (1/5/2016) dini hari waktu setempat, 10 WNI diturunkan di depan rumah Gubernur Sulu, yang kemudian dibawa masuk oleh Gubernur Toto Tan. Setelah dijamu makan, 10 WNI ini lantas dibawa ke Zamboanga untuk diterbangkan pualang ke Jakarta.
(Samsul Arifin)