sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Takut Tidak Bisa Ikut UN, Ibu 16 Tahun Buang Anaknya Disemak-Semak

Takut Tidak Bisa Ikut UN, Ibu 16 Tahun Buang Anaknya Disemak-Semak



Jakarta – Warga Blitar digemparkan oleh kabar ditemukannya seorang bayi laki-laki yang dibuang oleh ibunya di semak-semak belakang rumah seorang warga.

Takut Tidak Bisa Ikut UN, Ibu 16 Tahun Buang Anaknya Disemak-Semak

Hasil penelusuran kepolisian, ternyata pembuangan bayi tersebut dikarekan sang ibu takut tidak bisa ikut Ujian nasional (UN). Diketahui sang ibu ternyata masih duduk dibangku SMP dan masih berumur 16 tahun.

“Diduga kondisi psikis pelaku ini labil karena yang bersangkutan akan menghadapi ujian nasional, jadi berpengaruh pada kondisi kandungannya,” kata Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya yang memimpin pendalaman kasus ini, Sabtu (30/4/2016).

Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis RSUD Mardi Waloya Kota Blitar, bayi laki-laki tersebut lahir dalam kondisi berat badan normal, yakni 2,8 kg dan panjang 48cm.

Namun belum diketahui secara pasti apakah proses kelahiran jabang bayi itu dipaksakan atau memang sudah memasuki usia 9 bulan 10 hari untuk dilahirkan.

Yang pasti, saat melahirkan, pelaku tidak mendapatkan bantuan medis. Sehingga terjadi pendarahan hebat yang mengharuskan dibawa ke rumah sakit.

“Kami masih terus koordinasi dengan tim medis dari rumah sakit untuk mengetahui secara pasti proses kelahirannya dan modus pelaku sampai tega membuang bayinya sendiri,” tambah Slamet Waloya.

Kasus yang saat ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar cukup mengundang empati warga sekitar. Sebab, selama ini pelaku hanya tinggal di rumah kontrakannya dengan sang ayah. Sedangkan ibunya sudah lama bekerja di Kalimantan.

“Kita juga akan ungkap pelaku lain yang mengakibatkan kehamilannya karena dia nanti harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya, sehingga membuat pelaku tega membuang bayinya,” pungkas Slamet Waloya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)