sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi ABG Dengan Tarif Rp 1,5 Juta

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi ABG Dengan Tarif Rp 1,5 Juta



Palembang – Kepolisian Palembang dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang berhasil membongkar jaringan prostitusi ABG yang menawarkan jasa prostitusi gadis-gadis belia melalui Black Berry Messenger (BBM) dengan tarif Rp 1,5 juta.

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi ABG Dengan Tarif Rp 1,5 Juta

Dalam operasi ini, ditangkap dua orang yang bertindak sebagai mucikari, yaitu DE (22) dan BD (18). Tersangka IM masih duduk di kelas XII di salah satu SMA di kota Palembang, sedangkan DE berprofesi sebagai di sebuah kafe di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Selain menangkap DE dan BD, polisi juga mengamankan korban berinisial ED yang tercatat sebagai mahasisiwi, uang tunai sebesar Rp 1,9 juta, dan 3 buah ponsel dari bermacam merk.

Menurut pengakuan DE, profesi sebagai mucikari yang ia jalani ini berwal dari perkenalannya dengan DK, yang saat ini buron, melalui BBM.

“Saya kenal sama DK. Setelah berkenalan, kami sering ngobrol. Beberapa hari kemudian, dia bilang jika dia memiliki stok perempuan yang siap menemani pria hidung belang,” kata DE yang tercatat sebagai warga Jalan Demang Lebar Daun ini, Kamis (28/4/2016).

Beberapa waktu kemudian, ada pelanggan yang membutuhkan pelayanan perempuan menghubungi DE. DE lantas teringat akan DK, namun pada saat itu semua perempuan penghibur milik DK sedang melayani pelanggan lain.

“DK pun memberikan kontak BD. Kami pun berkenalan dan BD menyanggupi untuk menyediakan perempuan untuk pelanggan saya,” ungkap DE.
Setelah sepakat dengan harganya, DE dan BD, yang pada waktu itu mengajak korban ED, bertemu di sebuah hotel untuk melayani pelanggan yang telah menghubungi DE tersebut.

“Sampai di sana setelah kami dapat uang Rp1,9 juta. Rencananya Rp 400 ribu sebagai upahnya, mau saya bagi dua dengan BD. Tapi, Tiba-tiba kami ditangkap dan dibawa ke Polresta Palembang. Saya baru pertama kali melakukan ini,” ujarnya.

Sementara itu, BD pelajar SMA kelas XII di Palembang mengaku bahwa perbuatannya sebagai mucikari baru pertama kali ini dia lakukan.

Sedangkan, korban ED memilih untuk diam sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Menurut Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede, polisi berhasil mengamankan mereka karena berkat informasi yang menyebutkan adanya transaksi perdagangan manusia di hotel itu.

Tersangka DE dan BD akan dijerat Pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang atau Pasal 296 KHUP dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun.
(Samsul Arifin)

One comment

  1. memang dunia akan kiamat tidak lama lagi