sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Otomotif » Mitsubishi Akui Telah Berbohong Soal Efisiensi Bahan Bakar Selama 25 Tahun

Mitsubishi Akui Telah Berbohong Soal Efisiensi Bahan Bakar Selama 25 Tahun



Tokyo – Salah satu perusahaan raksasa otomotif Jepang, Mitsubishi Motors, pada pekan lalu secara mengejutkan mengaku blak-blakan telah membohongi konsumen terkait tes efisiensi bahan bakar hingga 25 tahun terakhir ini.

Mitsubishi Akui Telah Berbohong Soal Efisiensi Bahan Bakar Selama 25 Tahun

Mitsubishi Motors mengakui bahwa mereka telah menggunakan uji coba bahan bakar yang tidak layak pada ratusan ribu kendaraan, termasuk sejumlah produk yang dijual ke Nissan.

Mitsubishi mengatakan bahwa mobil-mobil produksinya dengan penilaian efisiensi bahan bakar tinggi hanya dijual di Jepang.

Setelah keluarnya pengakuan tersebut, pihak otoritas di Jepang segera memeriksa kantor Mitsubishi Motors.

Akibat dari pengakuan ini, saham Mitsubishi langsung anjlok sebesar 10 persen, dan tingkat penjualan turun hingga 50 persen.

Sebelumnya, salah satu perusahaan otomotif Jerman, Volkswagen (VW) juga telah mengaku berbuat curang saat melakukan uji emisi mesin diesel di Eropa dan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Volkswagen Matthias Muller meminta maaf kepada masyarakat dan otoritas Amerika Serikat ‘pada saat itu atas kecurangan tes emisi mobil diesel pabrikannya.

Skandal yang lain juga menimpa perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia. Mereka harus membayar denda sebesar USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun pada 2014 lalu karena telah melebih-lebihkan estimasi bahan bakar ekonomis untuk kendaraan mereka.

Juga ditahun 2014, Ford memberikan kompensasi kepada para pengguna mobilnya sebanyak 200 ribu unit di Amerika Serikat karena mengaku telah membesar-besarkan jarak tempuh gas mobil produksi mereka.
(Samsul Arifin)