Home » News » Jumlah Pecandu Narkotika di Indonesia Meningkat Pada 2015

Jumlah Pecandu Narkotika di Indonesia Meningkat Pada 2015



Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) melakukan surveri terkait pecandu narkotika di Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan adanya penambahan jumlah pecandu narkotika dalam satu tahun terakhir ini.

Jumlah Pecandu Narkotika di Indonesia Meningkat Pada 2015

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei terhadap responden berusia 10 hingga 59 tahun, dengan dibagi menjadi 4 kategori yaitu coba pakai, teratur pakai, pecandu non suntik, dan pecandu suntik.

“Angka prevalensi nasional penyalahguna narkotika dari tahun 2008 itu sebesar 1,9 persen dari jumlah penduduk, pada tahun 2011 angka ini mengalami peningkatan 2,23 persen. Pada tahun 2014 angka itu mengalami penurunan 2,18 persen namun pada tahun 2015 terjadi kenaikan 0,2 persen angka prevalensi. Sehingga pada tahun 2015 angka prevalensi menjadi 2,20 persen,” ujar Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi , Jumat (29/4/2016).

Kombes Slamet menjelaskan, jumlah pecandu narkotika pada 2011-2014 berhasil ditekan karena adanya gerakan masif dalam memberantas narkotika oleh aparat penegak hukum.

Namun pada 2015 terjadi peningkatan jumlah pecandu karena jumlah pemakai narkotika meningkat.

Kombes Slamet mengatakan, secara bertahap BNN akan bekerjasama dengan instasi terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial sehingga nantinya BNN akan lebih fokus kepada rehabilitasi pecandu narkotika yang tersangkut hukum.
(Samsul Arifin)