Home » News » Berita Pembunuhan : Suami Dan Istri Tidak Akur, Dua Anaknya Turut Menjadi Korban

Berita Pembunuhan : Suami Dan Istri Tidak Akur, Dua Anaknya Turut Menjadi Korban



Jakarta – Warga Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muaraenim, telah digemparkan dengan berita pembunuhan yang dilakukan suami terhadap isteri dan dua anaknya.

Berita Pembunuhan : Suami Dan Istri Tidak Akur, Dua Anaknya Turut Menjadi Korban

Menurut informasi yang didapat sisi dunia, korban diketahui bernama Susi (27) beserta kedua anaknya Parhan (6) dan Makiah (1). Sementara pelaku adalah Armadanial (43), suami dan ayah korban.

Peristiwa sadis itu berawal sekitar pukul 11.00 WIB, saat itu mereka terlibat adu mulut. Diduga kejadian pembunuhan yang terjadi dirumah mereka pada pukul 01.00 WIB.

Aksi pembunuhan diketahui saat saksi Rajab bin Rosulan (16) mendatangi rumah korban yang ingin meminta minyak lampu sekitar pukul 10.00 Wib. Hanya saja, pelaku marah-marah kepada saksi.

“Karena takut, saksi kemudian pulang dan melapor dengan ayahnya Rosulun (40),” kata Kanit Reskrim Polsek Semendo Bripka Mashuri, kepada sisi dunia, Rabu (27/4/2016).

Rosulun kemudian mendatangi kediaman tersangka. Sesampai di lokasi, saksi sangat terkejut melihat kondisi para korban yang sudah berlumuran darah bergelimpangan di lantai pondok rumahnya.

“Saksi kemudian langsung balik kanan dan memberitahukan warga desa. Kondisi ketiga korban sangat memprihatinkan. Ketiganya mengalami luka yang sangat parah. Bahkan usus korban Parhan sampai terurai,” ungkapnya.

Ketiga korban juga mengalami luka masing-masing di bagian leher, diduga akibat disembelih oleh pelaku. Pelaku sendiri berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Semendo sekitar pukul 14.00 Wib, di lokasi kejadian tanpa perlawanan.

“Untuk motifnya belum diketahui secara pasti. Pelaku mengaku membunuh korban dengan sebilah pisau. Pengakuan tersangka, motifnya karena pertengkaran yang dilatari kekesalan pelaku karena isterinya memarahi kedua anaknya,” terangnya.

Mashuri menambahkan, dari keterangan saksi dan warga, saat didatangi kondisi korban Parhan masih hidup. Para medis setempat berusaha memberikan pertolongan dengan memberikan infus. Hanya saja korban tidak tertolong.

“Ketiga korban divisum di lokasi kejadian, mengingat jarak tempuh sangat jauh,” jelasnya.

Usai divisum, ketiga langsung langsung dibawa pihak keluarganya ke Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

“Pelaku belum mengaku bagaimana cara dia membunuh isteri dan anaknya, serta siapa yang duluan dihabisi,” jelasnya.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di sel Mapolsek Semende, beserta barang bukti pakaian korban dan sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.

Kejadian ini membuat heboh dan gempar wilayah Semende. Bahkan, petani yang ada di sawah dan kebun bergegas pulang ke rumah masing-masing karena takut.

“Karena informasinya pelaku kabur dan belum ditangkap,” ungkap Rizal, warga Rekimai Jaya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)