sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Kesulitan Ungkap Penembak Misterius Magelang

Polisi Kesulitan Ungkap Penembak Misterius Magelang



Magelang – Hingga saat ini pihak kepolisian Magelang belum juga mengungkap pelaku penembakan misterius yang menimpa beberapa wanita di Jalan Pemuda (pecinan) dan Jalan Ikhlas, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Polisi Kesulitan Ungkap Penembak Misterius Magelang

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto mengatakan, petugas kepolisian kesulitan mengungkap kasus ini salah satunya karena korban terlambat lapor.

“Korban terlambat melapor kepada kami, sementara kejadiannya sudah sejak 6-20 April 2016 lalu. Ini cukup menyulitkan kami,” kata Edi, Selasa (26/4/2016).

Selain itu menurut Edi, minimnya kamera pengaman (CCTV) di lokasi kejadian juga cukup menyulitkan polisi untuk mengungkap identitas pelaku yang telah menyebabkan 9 orang terluka ini.

“Kami sudah meminta beberapa CCTV milik toko-toko di kawasan Pecinan. Saat ini sedang kami analisis dan cocokkan,” ujar Edi.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa pelaku menggunakan senapan angin dan menembak korban dari arah utara (Semarang) ke arah Selatan (Yogyakarta).

“Ini menjadi PR bagi kami, mengapa pelaku melakukan aksi di jalan searah dan korbannya kabanyakan perempuan, hanya satu korban laki-laki yang kemungkinan salah sasaran. Kami masih berusaha menyelidiki itu,” tandas dia.

Untuk mencegah kejadian penembakan terulang lagi, pihak kepolisian Semarang telah meningkatkan keamanan dengan menyebar anggota polisi, baik perpakaian dinas maupun berpakaian preman, termasuk dengan melakukan razia di beberapa tempat di Semarang.

“Kami telah membentuk enam tim khusus, dan telah dibantu oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Kami imbau masyarakat untuk tenang dan berdoa semoga kami segera mengungkap kasus ini,” ujar Edi.
(Samsul arifin)