Home » News » Dokumen Dugaan Keterlibatan Arab Saudi Dalam Peristiwa 9/11 Bakal Diungkap

Dokumen Dugaan Keterlibatan Arab Saudi Dalam Peristiwa 9/11 Bakal Diungkap



Washington – Tragedi serangan teroris terhadap Amerika Serikat yang terjadi pada 11 September 2001 lalu tidak akan terlupakan oleh seluruh masyarakat di dunia. Kini, sebuah dokumen rahasia yang mengungkapkan dugaan keterlibatan Arab Saudi dalam tragedi tersebut bakal dibuka ke publik.

Dokumen Dugaan Keterlibatan Arab Saudi Dalam Peristiwa 9/11 Bakal Diungkap

Dokumen setebal 28 halaman yang selama ini disimpan di Gedung Kongres Amerika Serikat sejak 2002 itu akan mengungkapkan bagaimana 19 orang pembajak, 15 diantaranya adalah warga Arab Saudi, mendapatkan bantuannya untuk melancarkan serangannya ke beberapa titik di Amerika Serikat dalam waktu yang hampir bersamaan.

Diketahui, selama ini hanya pejabat AS tertentu saja yang mengetahui isi dari dokumen rahasia ini.

Kini, para senator di kongres menginginkan agar dokumen tersebut dibuka ke publik agar semua masyarakat tahu bagaimana cerita sebenarnya di balik peristiwa nine eleven. sehingga tidak hanya mendapatkan informasi dari cerita dan dugaan yang selama ini beredar.

Salah satu mantan senator yang mendorong agar dokumen tersebut diungkap adalah Bob Corker. Dalam sebuah acara wawancaranya dengan NBC, Minggu (24/4/2016), Corker menyebutkan bahwa dokumen itu sebaiknya diungkapkan untuk mengakhiri perdebatan mengenai apa yang dimuat dan membiarkan masyarakat AS menentukan sendiri sikap mereka mengenai isi dokumen itu.

“Saya kira tidak masuk akal bahwa orang yang tidak dapat berbahasa Inggris, belum pernah di Amerika Serikat, sebagai satu kelompok tidak berpendidikan baik, dapat melakukannya. Jadi, siapa badan hukum yang paling mungkin telah menyediakan bantuan kepada mereka? Dan saya kira semua bukti menunjuk pada Arab Saudi,” kata Corker pada saat wawancara tersebut.

Mantan Presiden AS George W Bush pernah memerintahkan agar dokumen 28 halaman itu dirahasiakan dan tidak diikutkan dalam laporan setebal 828 halaman yang diungkapkan kepada umum.

Namun kini, Presiden Barack Obama, justru memerintahkan tim intelijennya meninjau kembali bab itu.

Beberapa waktu lalu, pihak Arab Saudi mengancam akan menjual seluruh asetnya di AS jika Gedung Putih membuka dokumen rahasia tersebut.
(Samsul Arifin)