sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Abu Sayyaf Akhirnya Penggal Kepala Sandera

Abu Sayyaf Akhirnya Penggal Kepala Sandera



Ottawa – Kelompok Abu Sayyaf telah mengeksekusi seorang sandera asal Kanada, John Risdel (68), setelah pada tenggat waktu yang telah ditentukan uang tebusan yang mereka minta tidak dikabulkan.

Abu Sayyaf Akhirnya Penggal Kepala Sandera

Berita ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, bahwa memang benar warga negaranya telah menjadi korban kekejaman kelompok Abu Sayyafpada tanggal 25 April 2016, lima jam setelah tenggat waktu yang ditentukan Abu Sayyaf telah habis.

“Ini adalah tindakan pembunuhan berdarah dingin. Kanada mengutuk keras kebrutalan para penyandera dan kematian yang seharusnya tidak ada ini,” tegas Trudeau, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016).

Juru bicara militer Filipina mengatakan , saksi mata melihat dua orang yang sedang mengendarai motor membuang kantong pastik berisi kepala manusia di pusat Kota Jolo.

Kelompok Abu Sayyaf sebelumnya meminta tebusan sebesar 300 juta peso atau USD 6,4 juta untuk empat orang sandera, paling lambat tanggal 25 April 2016 pukul 15.00 waktu setempat. Bila tidak di kabulkan mereka mengancam akan memenggal kepala salah seorang sandera.

Keempat sendera yang di maksud yaitu dua orang asal Kanada, termasuk John Risdel, seorang warga negara Norwegia dan seorang wanita Filipina. Abu Sayyaf menangkap Risdel saat dirinya tengah berlibur di sebuah pulau di Filipina. Keempat sandera tersebut kemudian direkam dalam sebuah video untuk dikirimkan ke keluarga masing-masing untuk meminta uang tebusan.

Hingga kini, kelompok Abu Sayyaf masih menyandera 21 orang warga asing. Mereka adalah seorang warga Kanada, seorang warga Norwegia, seorang warga Fiipiina, empat orang warga Malaysia, dan 14 orang warga Indonesia.
(Samsul Arifin)