sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tersangka Mutilasi Ibu Hamil Akan Menjalani Tes Kejiwaan

Tersangka Mutilasi Ibu Hamil Akan Menjalani Tes Kejiwaan



Jakarta – Tersangka pemutilasi wanita hamil bernama Nur Astiyah alias Nuri di Cikupa, Tangerang beberapa waktu lalu, akan menjalani tes kejiwaan yang dilakukan oleh Polresta Tangerang dan dibantu POLDA Metro Jaya.

Tersangka Mutilasi Ibu Hamil Akan Menjalani Tes Kejiwaan

“Saya belum bisa memastikan nanti diperiksa dulu oleh psikolog dari Polda Metro. Kalau sudah jelas nanti kita bisa tahu ada sesuatu hal atau normal,” ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Irman Sugema di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Ia menjelaskan, penyidik masih terus bekerja dan berkoordinasi dengan psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan sang tersangka, Kusmayadi alias Agus.

“Dari penyidik sedang berkoordinasi dengan psikolog, proses penyidikannya jalan terus,” sambungnya.

Hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut nantinya akan melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) yang akan segera dikirim ke pihak Kejaksaan.

“Apapun nanti jadi berkas perkara yang lengkap, kita kirim ke kejaksaan biar cepat P21,” pungkas Irman.

Akibat perbuatannya tersebut, Agus terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Saat ini Agus telah ditahan di Mapolres Kota Tangerang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, hingga kini petugas gabungan masih kesulitan mencari salah satu bagian tubuh Nuri yang dimutilasi oleh Agus, lantaran derasnya arus sungai tempat dibuangnya potongan kaki korban.

“Upaya pencarian terhadap potongan kaki korban sudah beberapa kali dilakukan, kita sudah mengggunakan SAR, Brimob, juga berdasarkan keterangan saksi ada di lokasi di jembatan milenium, kita cari,” terang Irman.

“Kurang lebih sekitar empat meter. Kali juga cukup kotor, keterangan anggota di lapangan agak sulit,” sebut dia.

Irman juga mengakui bahwa untuk pencarian potongan tubuh korban tersebut saat ini sudah dihentikan dan akan melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan apabila potongan kakinya tidak ditemukan.

‎”Untuk saat ini memang tidak dulu dilakulan pencarian. Kami dari penyidik nanti koordinasi dengan kejaksaan bagaimana jika potongan kaki nantinya enggak ditemukan,” tutupnya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)