sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ratusan Ribu Dollar AS Temuan Terbaru KPK Dikediaman Sekretaris MA

Ratusan Ribu Dollar AS Temuan Terbaru KPK Dikediaman Sekretaris MA



Jakarta – Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh pihak KPK saat mengunjungi kediaman pribadi Sekretaris (setara Sekjen-red) Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, pihaknya menenuman ratusan ribu dollar AS.

Ratusan Ribu Dollar AS Temuan Terbaru KPK  Dikediaman Sekretaris MA

Sontak, setelah kabar tersebut tercium awak media, mereka pun langsung meminta penjelasan dari Nurhadi. Namun, saat ditemui Nurhadi saat itu sudah sulit untuk ditemui.

Alhasil, berbagai spekluasi muncul akan asal muasal dari uang itu dan apa kaitannya dengan kasus yang tengah ditangani KPK.

Ratusan Ribu Dollar AS Temuan Terbaru KPK  Dikediaman Sekretaris MA

“Ini nggak masuk logika, ada sekretaris menyimpan uang ratusan ribu dolar. Apa dia bendahara? Kan bukan. Harusnya sekretaris itu ya menyimpan banyak berkas, bukan uang,” kata ahli hukum Prof Dr Hibnu Nugroho, Senin (25/4/2016).

KPK terpaksa menggeledah rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir V Nomor 2-6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Jumat (22/4) lalu karena tercium jejak Edy Nasution di rumah tersebut. Edy Nasution merupakan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang dibekuk KPK saat menerima sejumlah uang dari pengusaha Doddy di sebuah hotel di bilangan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Ratusan Ribu Dollar AS Temuan Terbaru KPK  Dikediaman Sekretaris MA

“Apa itu uang pribadi dia? Kalau uang pribadi, ya umumnya menyimpannya di bank, bukan di rumah,” papar Hibnu.

Dengan temuan ini, maka menjadi tantangan besar bagi KPK, terkait dengan bawahanya yang sudah terlebih dahulu ditahan KPK Andri Tristianto Sutrisna (ATS). Sehingga dalam menyatukan puzzle-puzzle menjadi sebuah gambar yang utuh, KPK akan memeriksa Nurhadi .

“Ya ini akan menjadi efek domino, karena ini sentralnya di MA dan akan mengarah ke pusat epicentrumnya dan menjadi sorotan nasional. Tinggal KPK bisa menjabarkannya atau tidak,” cetus pengajar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) itu.

Pihak yang memberikan keterangan di kasus ini adalah jubir MA hakim agung Suhadi. Wartawan juga ingin menemui Nurhadi di rumah megahnya berjam-jam lamanya di depan pagar rumahnya, tetapi Nurhadi atau kerabatnya tidak juga muncul untuk memberikan keterangan terkait temuan KPK tersebut.

“Iya, tapi uang apa kan? Yang kita tanya itu uang apa kan? Apakah ada korelasi perkara, atau melanggar hukum, atau itu uang milik pribadi yang bersangkutan. Kan itu, belum jelas,” ujar kata juru bicara MA hakim agung Suhadi.
(Freddy Julio – sisidunia.com