Home » News » Pengamat Menilai Yusril Sulit Maju Pilgub DKI

Pengamat Menilai Yusril Sulit Maju Pilgub DKI



Jakarta – Langkah Yusril Ihza Mahendra yang memutuskan maju menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta menurut pengamat politik Hamid Basyaib sulit terealisasi.

Pengamat Menilai Yusril Sulit Maju Pilgub DKI

Hal tesebut dikatakan Hamid Basyaib saat berada di Kantor Populi Center di Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Senin (25/4/2016).
Karena waktu yang sudah semakin dekat dari waktu pelaksanaan Pilkada DKI, maka sudah tidak mungkin lagi bagi Yusril untuk maju menjadi cagub dari jalur independen karena pastinya sulit untuk mengumpulkan kartu identitas pendukung dalama waktu singkat.

“(Lewat jalur) independen? Sepertinya tidak mungkin. Waktu yang ada saat ini mepet dan mau habis. Sulit kumpulkan ratusan ribu dukungan,” kata Hamid.

Begitupun bila Yusril memilih jalur partai, karena menurut Hamid, Yusril Ihza Mahendra adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang tidak mempunyai kursi di DPRD DKI Jakarta dan juga di DPR RI.

Karena alasan itu, Yusril harus melamar ke partai-partai lain untuk mengikuti penjaringan bakal calon gubernur.

“Pak Yusril memang yang paling tangguh (melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok). Masalahnya kalau didukung partai, partai dia (PBB) sangat kecil, meskipun dia mengklaim sebagai pewaris Masyumi,” kata Hamid.

Populi Center sendiri telah merilis hasil survey pada April 2016 terkait elektabilitas cagub DKI Jakarta. Hasil survey mengungkapkan bahwa elektabilitas Yusril jauh dibawah Ahok. Pada bulan April ini elektabilitas Ahok sebesar 50,8 persen sedangkan Yusril hanya 5 persen.

Survey dilakukan pada 15-21 April 2016 dengan melibatkan 400 responden di enam wilayah DKI Jakarta yang dipilih secara acak bertingkat dengan margin error lebih kurang 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
(Samsul Arifin)