Home » Otomotif » Tiga Bos Otomotif Ini Bergaji Ratusan Miliar per Tahunnya

Tiga Bos Otomotif Ini Bergaji Ratusan Miliar per Tahunnya



Detrot – Gaji seorang pejabat di sebuah perusahaan tentunya akan sebanding dengan tuntutan tugas dan tanggung jawab yang dia jalani di perusahaan tersebut. Namun besaran gaji di tiap perusahaan akan berbeda meskipun orang tersebut duduk di posisi yang sama.

Tiga Bos Otomotif Ini Bergaji Ratusan Miliar per Tahunnya

Baru-baru ini, tiga produsen mobil asal Amerika, seperti Fiat Chrysler Automobile, General Motors dan Ford Motor mengumumkan besaran gaji yang didapat Chief Executve Officer (CEO) mereka yang ternyata besarnya sangat fantastis, mencapai ratusan milyar rupiah per tahunnya.

Besaran gaji ini tentu saja akan berbeda bila dibandingkan dengan perusahaan mobil lainnya.

Berikut daftar gaji dan tunjangan dari tiga bos perusahaan mobil Amerika, seperti dilansir oleh Jalopnik.com, Sabtu (23/4/2016).

1. Mary Barra, CEO General Motors
Upah : 1,75 juta dolar Amerika atau Rp 23 miliar
Bonus : 0
Pemberian Saham : 12 juta dolar Amerika atau Rp 158 miliar
Pemberian lain-lain : 11,2 juta dolar Amerika atau Rp 147 miliar
Insentif : 3,1 juta dolar Amerika Rp 40,8 miliar
Dana pensiun : 12.012 juta dolar Amerika atau Rp 158 juta
Dana Kompensasi : 597.118 juta dolar Amerika atau Rp 7,8 miliar
Total : 28,6 juta dolar Amerika atau Rp 376,6 miliar

2. Mark Fields, CEO Ford Motor
Upah : 1,75 juta dolar Amerika atau Rp 23 miliar
Bonus : 0
Pemberian Saham : 12,1 juta dolar Amerika atau Rp 159 miliar
Pemberian Lain-lain : 0
Insentif : 3.5 juta dolar Amerika atau Rp 46 miliar
Dana pensiun : 858.157 dolar Amerika atau Rp 11,3 miliar
Kompensasi lainnya : 370.451 dolar Amerika atau Rp 4,8 miliar
Total : 18,6 juta dolar Amerika atau Rp 244 miliar

3. Sergio Marchionne, CEO Fiat Chrysler Automobile
Upah : 4 juta dolar Amerika atau Rp 52 miliar
Bonus : 6,85 juta dolar Amerika atau Rp 90,2 miliar
Pemberian Saham : 62,7 juta dolar Amerika atau Rp 825,6 miliar
Total : 73,6 juta dolar Amerika atau Rp 969,2 miliar
(Samsul Arifin)