sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hujan Kritik Setelah Nadiem Unggah Video

Hujan Kritik Setelah Nadiem Unggah Video



Jakarta – Tanggal 20 April kemarin, dalam mengembangkan moda transportasi, para pengemudi GrabBike dan Uber Motor diajak untuk bergabung dengan Go-Jek.

Hujan Kritik Setelah Nadiem Unggah Video

Seperti pesan singkat melalui sebuah video yang menampilkan CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim. Namnu disayangkan, video tersebut justru menuai kritikan.

Dalam video tersebut, Nadiem mengumumkan adanya program “Kembali ke Merah Putih”. Lewat program ini, semua pengemudi GrabBike dan Uber Motor akan langsung diterima bila bersedia pindah ke Go-Jek.

Nadiem juga memberitahukan tarif menguntungkan, bonus berlimpah, serta puluhan ribu orderan dari layanan lain Go-Jek. Hal itu disampaikan untuk membuktikan bila Go-Jek adalah tempat kerja terbaik bagi driver roda roda.

Nadiem berharap dengan bergabungnya driver GrabBike dan Uber Motor itu bisa menunjukkan nasionalisme pada ‘produk’ buatan negeri sendiri.

Perlu diketahui, Go-Jek memang aplikasi buatan anak bangsa. Di sisi lain, GrabBike atau yang kini lebih dikenal dengan ‘Grab’ saja pertama didirikan di Malaysia dan saat ini markasnya ada di Singapura. Sementara Uber adalah perusahaan transportasi yang berasal dari San Francisco, California, Amerika Serikat.

Namun, video Nadiem tersebut banyak membuat para netizen mengeluarkan kritikan. Kebanyakan dari mereka mengatakan bila tidak seharusnya Go-Jek membawa-bawa soal nasionalisme dalam usaha marketingnya. Bahkan di data view video Nadiem itu, jumlah ‘tidak suka’nya mengalahkan jumlah ‘suka’. Sampai berita ini diturunkan Like-Dislike berbanding 21-45.

“Ini adalah contoh terbaik untuk bad marketing, bawa2 nasionalisme demi kepentingan golongan,” tulis akun sastrodjojo.

Akan tetapi, tidak sedikit netizen yang mendukung langkah CEO Go-Jek ini.

“Setuju pak, dukung produk dalam negeri,” tulis akun Muhammad Alirahman Djoyosugito.

“Persaingan semakin sengit… perang rekrut SDM adalah hal biasa dimana2.. Google, facebook juga banyak ngerekrut karyawan Microsoft atau Apple.. justru ini sangat baik agar masing2 perusahaan tetap memperhatikan karyawan-karyawannya… Go gojek!!” tulis akun HAGA Sagia.

Bagaimana pendapat anda sebagai warga Indonesia?
(Freddy Julio – sisidunia.com)