Home » News » Ahok Ingin Lanjutkan Program Kampung Deret

Ahok Ingin Lanjutkan Program Kampung Deret



Jakarta – Keinginan Gubernur DKI Jakarta, Ahok untuk melanjutkan Program kampung deret yang sebelumnya sudah digagas oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Joko Widodo, karena program tersebut kini terhenti.

Ahok Ingin Lanjutkan Program Kampung Deret

“Kita mau ada kampung deret sebenarnya,” kata Ahok sapaan Basuki di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/4).

Ahok menyadari betul alasan dihentikannya program ini. Pasalnya, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa program tersebut ternyata sebagian berdiri di atas lahan milik negara.

“Hanya ternyata setelah kita telusuri rata-rata kawasan kumuh di atas lahan orang, di atas lahan hijau, di atas lahan negara. Masa kamu bikin kampung deret terus kamu robohin,” terang Ahok.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengkaji program ini, terutama soal aspek kawasan, legalitas lahan dan pendataan warga. Jika ada tanah milik warga yang rela dijual ke Pemprov DKI, Ahok akan menyulap lahan itu menjadi apartemen. Apartemen, diyakini Ahok akan jauh lebih bagus ketimbang kampung deret.

“Jadi kalau memang itu tanah kamu, saya mau bangunin lebih dari kampung deret. Kalau memang ada bukti, saya mau bangun apartemen buat kamu. Kasih sertifikat, lebih untung daripada kampung deret dong,” tegas Ahok.

“Saya bilang masyarakat kalau mau kampung deret boleh, apartemen satu setengah kali boleh. Tapi tanah kamu. Bisa enggak? Kalau tanah kamu ya enggak bisa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, program kampung deret awalnya dibangun sejak tahun 2012, akan tetapi terhenti akibat terdapat masalah kepemilikan tanah yang berada di lahan negara. Selain itu, masalah maraknya oknum pengurus RT/RW yang mengambil keuntungan juga jadi pertimbangan penghentian program ini.

Padahal, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI telah menetapkan 27 lokasi Kampung Deret yakni, Jakarta Pusat di Bungur, Bendungan Hilir, Kebon Sirih, Cempaka Putih, Utan Panjang, Petojo, Kemayoran, Galur, Tanah Tinggi, dan Karanganyar.

Daerah lain yakni Jakarta Barat di Tambora, Kalianyar, dan Kapuk; Jakarta Utara di Tanjung Priok, Semper Barat, Tugu Utara, Marunda, Pademangan Timur, Cilincing, dan Pejagalan; Jakarta Selatan di Petogogan, Gandaria, dan Pasar Minggu; dan Jakarta Timur di Klender, Pisangan Timur, Jatinegara, dan Cipinang Besar Selatan.llah,” ujar Ipul.
(Freddy Julio – sisidunia.com)