sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Batal Ikut Pilkada Jika Syarat Meterai KPU Diberlakukan

Ahok Batal Ikut Pilkada Jika Syarat Meterai KPU Diberlakukan



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa ia mungkin tidak akan ikut Pilkada DKI 2017 nanti jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberlakukan penyertaan meterai pada setiap surat dukungan bagi calon independen.

Ahok Batal Ikut Pilkada Jika Syarat Meterai KPU Diberlakukan

“Saya sih sudah pikir santai sajalah. Yang sudah terkumpul berapa saya kumpulin. Kalau dia (KPU) bilang tidak bisa ikut kalau tidak ada meterai, ya sudah tidak usah ikut,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (20/4/2016).

Ahok sendiri tidak memusingkan apakah dia nanti bisa ikut Pilkada 2017 bila syarat ini diterapkan KPU. Dia hanya ingin agar dalam sisa waktu masa jabatannya hingga 2017 nanti, ia dapat melakukan percepatan penyelesaian program pembangunan yang telah direncanakan.

“Ya sudah saya sampai Oktober 2017 saya akan beresin Jakarta semampu saya, habis itu silakan pesta pora,” ujar Ahok.

“Kalau semua pendukung pakai meterai, ada sejuta orang, berarti butuh Rp 6 miliar lho. Duit dari mana kita. Itu namanya mau calon perseorangan bangkrut dong kalau kasih meterai,” tambah Ahok.

Seperti diketahui, KPU berencana akan menerapkan penyertaan meterai bagi kertas dukungan calon independen. Hal ini berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa bea meterai dikenakan pada dokumen berupa surat perjanjian dan surat lainnya yang bertujuan sebagai alat pembuktian.
(Samsul Arifin)