Home » News » Kelompok Santoso Kini Tinggal 27 Orang

Kelompok Santoso Kini Tinggal 27 Orang



Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian mengatakan bahwa kelompok teroris Santoso yang berada di Poso, Sulawesi Tengah, keadaannya semakin terjepit seiring dengan semakin berkurangnya logistik.

“Kontak senjata antara aparat dan kelompok Santoso dua minggu yang lalu mengakibatkan jalur logistik kelompok Santoso terputus,” kata Tito ditemui usai upacara HUT ke-64 Kopassus, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

BNPT telah memperkirakan jumlah kelompok Santoso juga semakin berkurang, yang dulunya berjumlah 41 orang, kini tinggal 27 orang.

Hal ini terjadi berkat kesigapan personel di lapangan yang dapat menangkap beberapa orang anggota teroris Santoso saat turun gunung untuk keperluan logistik mereka, dan juga adanya kerjasama dari masyarakat setempat yang memberikan informasi kepada petugas.

Tito Karnavian juga mengatakan bahwa Kapolri Badrodin Haiti akan memberikan bonus berupa kenaikan pangkat istimewa atau beasiswa bagi anggota Polri yang dapat menangkap Santoso sebagai peningkat semangat personil yang bertugas.

Seperti diketahui, TNI dan Polri membentuk Operasi Camar Maleo untuk menangkap Santoso yang dimulai pada Januari 2015. Namun hingga Operasi Camar Maleo ditutup pada 9 Januari 2016, tim gabungan belum berhasil menangkap Santoso.

Kini, TNI-Polri kembali menggelar Operasi Tinombala sebagai lanjutan Operasi Camar Maleo, yang dimulai pada 10 Januari 2016 dan akan berakhir pada bulan Mei 2016.
(Samsul Arifin)