sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Terlibatnya Sunny Dalam Kasus Sanusi Berawal Tentang Melobi Ahok

Terlibatnya Sunny Dalam Kasus Sanusi Berawal Tentang Melobi Ahok



Jakarta – Sunny Tanuwidjaja akhirnya muncul dan langsung diserbu wartawan untuk menanyakan kasus Sanusi yang melibatkan namanya sehingga dicekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)di Balai Kota DKI, hari ini Senin 11 April 2016.

Terlibatnya Sunny Dalam Kasus Sanusi Berawal Tentang Melobi Ahok

Sunny Tanuwidjaja pun memberikan penjelasan. Menurut Sunny, Sanusi, ketua komisi D DPRD DKI Jakarta pernah bertanya kepadanya perihal ketertarikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang kontribusi pengembang sebesar 15 persen.

Menurut Sunny ini jawaban Gubernur Ahok. ‘Ya terserahlah, dia kalau mau ngerjain kita, kalau mau bikin deadlock, nyoret (kontribusi tambahan 15 persen) terserah, pokoknya nanti kalau dimasukin bagus, kalau misal dia mau lepas ya nanti kita taruh di Pergub,” ujar Sunny di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/4/2016).

Sunny Tanuwidjaja menyampaikan kepada Sanusi bahwa Ahok tidak peduli jika kontribusi tambahan sebesar 15 persen itu tida diloloskan DPRD. Sebab Ahok masih bisa mengatur lewat pergub.

Soal lobi Sanusi kepada dirinya untuk menurunkan kontribusi menjadi 5 persen, Sunny Tanuwidjaja membantah. Sunny mengatakan Sanusi tidak menawar. Adik M Taufik, wakil ketua DPRD DKI Jakarta itu hanya inginkan Sunny untuk melobi Ahok tentang hal tersebut.

Akan tetapi, Sunny Tanuwidjaja bahkan mengatakan bahwa dia tidak berani melobi Ahok karena mantan Bupati Belitung Timur itu bukan orang yang gampang di lobi.

Sunny Tanuwidjaja pun menceritakan sebuah kejadian yang akhirnya membuat dia kapok melobi Gubernur Ahok. Saat itu menurut Sunny Tanuwidjaja, Ahok masih dalam posisi sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta. Ada persoalan mengenai UMP.

Sunny mengatakan dia maunya UMP jangan dinaikkan. Tapi Ahok mengatakan harus naik 40 persen. Sunny Tanuwidjaja coba mendebat Gubernur. Alhasil, “Ahok gebrak meja ke saya,” kata Sunny.

Sunny Tanuwidjaja mengatakan, ”kapok saya debat-debat sama dia. Ngapain debat-debat lagi.”
(Freddy Julio – sisidunia.com)