sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hasnaeni Wanita Emas Dilaporkan ke Polisi Karena Penipuan

Hasnaeni Wanita Emas Dilaporkan ke Polisi Karena Penipuan



Jakarta – Satu lagi calon gubernur penantang Ahok harus berurusan dengan polisi. Setelah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, yang tertangkap tangan oleh KPK karena menerima suap, kini Hasnaeni Moein atau yang lebih dikenal sebagai ‘Wanita Emas’ dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Hasnaeni Wanita Emas Dilaporkan ke Polisi Karena Penipuan

Seorang pengusaha yang diketahui bernama Abu Arief melaporkan Hasnaeni atas dugaan penipuan terkait tender proyek jalan di Jayapura, Papua.

“Ya benar yang bersangkutan diduga melakukan penipuan dalam tender di Jayapura,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/4/2016).

Kejadian berawal pada akhir Mei 2014, saat Abu Arief dikenalkan kepada Hasnaeni oleh Arifin Abas (almarhum) umtuk memenangkan sanggahan banding dalam lelang proyek pembangunan jalan di Jayapura.

Hasnaeni dan Arifin Abas meyakinkan Abu bahwa mereka dapat memenangkan Abu karena Hasnaeni mengaku punya kenalan orang dalam di Kementerian Pekerjaan Umum.

Abu Arief dan Hasnaeni lantas mengikatkan diri dalam perjanjian kerjasama untuk pengurusan sanggahan banding dengan nilai Rp 900 juta yang dibayarkan sebagian dalam bentuk cek, sebagian dalam bentuk 6 buah iPhone 6 senilai Rp 30 juta.

Namun belakangan, Kementerian Pekerjaan Umum menilai bahwa sanggahan yang dikirimkan tidak dapat sesuai prosedur karena tidak menyampaikan jaminan sanggahan banding asli sampai batas waktu yang ditentukan, sehingga proyek diberikan kepada pihak lain.

Karena itu,Abu lantas melaporkan Hasnaeni ke Polda Metro Jaya pada 26 November 2014 atas dugaan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Krishna Murti sendiri mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan status Hasnaeni masih sebagai saksi.
(Samsul Arifin-sisidunia.com)