Home » News » Meski Sudah Turun, Harga Premium Dan Solar Dinilai Masih Mahal

Meski Sudah Turun, Harga Premium Dan Solar Dinilai Masih Mahal



Jakarta – Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini menilai penuruan harga Bahan Bakar Minyak membawa angin segar untuk untuk Insustri Kecil Menengah (IKM) bisa mengembangkan usahanya.

Meski Sudah Turun, Harga Premium Dan Solar Dinilai Masih Mahal

Namun, kata Didik, penurunan sebesar Rp500 per liter untuk jenis premiun dan solar masih terlalu kecil jika melihat anjloknya harga minyak dunia dari USD100 per barel menjadi USD30 per barel.

“BBM itu turunnya kurang, harus signifikan seperti turunnya harga minyak. Tapi ini diperlukan syarat yang dijadikan kesempatan untuk kebijakan industri supaya IKM yang orientasi ekspor bisa mendapat angin baru dengan adanya BBM murah. Sehingga bisa lebih efisien,”ujar Didik di Warung Daun Jakarta, Sabtu (2/4/2016).

Menurut Didik, jika penurunan BBM diperuntukan untuk industri, sebaiknya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak perlu mempertimbangkan hal lain untuk bisa kembali menurunkan harga BBM.

“Jadi ini adalah suatu momentum yang harus diambil Menperin dan Menteri ESDM untuk bisa kembali menurunkan tarif BBM. Kalau Kemenkeu, BBM murah buat dia menangis, karena kehilangan income,”paparnya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)