sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sidak Dadakan Diadakan Danrem Wirabima Dalam Kasus Narkoba Para Prajurit

Sidak Dadakan Diadakan Danrem Wirabima Dalam Kasus Narkoba Para Prajurit



Riau – 10 prajurit TNI AD yang bertugas di Komando Resor Militer (Korem) Wirabima 031 Riau dijebloskan ke penjara Polisi Militer, lantaran terbukti positif mengkonsumsi narkoba. Kini semuanya diproses sesuai aturan berlaku dan terancam dipecat.

Sidak Dadakan Diadakan Danrem Wirabima Dalam Kasus Narkoba Para Prajurit

Danrem Wirabima Brigjen TNI Nurendi menyebutkan, para prajurit itu ketahuan mengkonsumsi narkotika setelah dilakukan tes urine secara mendadak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.

“Semuanya tengah diproses di Den POM TNI AD untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam narkoba,” ujar Nurendi di Korem Wirabima, Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru, Jumat (8/4/2016).

Nurendi menambahkan, masih ada 2 prajurit lainnya yang juga positif mengkonsumsi narkoba dan masih menunggu proses internal. Jika terbukti, akan ditahan juga di tahanan Polisi Militer.

Nurendi juga menegaskan, tes urine secara dadakan akan dilakukan rutin dan acak. Tes urine dilakukan secara menyeluruh hingga ke perwira dan pejabat.

Selain mengecek urine, prajurit yang positif mengkonsumsi narkoba itu juga diperiksa rambut dan darahnya. Hal ini untuk mengetahui berapa lama para prajurit telah mengkonsumsi narkoba.

“Dilaksanakan secara menyeluruh. Kita akan lakukan berkelanjutan. Ini bisa dilakukan berkali-kali,” jelas Nurendi.

Hukuman yang diambil bagi oknum yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba akan dihukum dengan dua pasal diantaranya yaitu dilakukan sesuai aturan kesatuan, dan aturan hukum sipil.

“Ditindak tegas dan bakal ada sanksi pemecatan dari kesatuan. Kita kikis habis mereka, yang terkena akan kita tindak bahkan sampai pemecatan,” tegas Nurendi.
(Freddy Julio – sisidunia.com)