sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Inilah Perbedaan Biaya Rutin Tinggal di Apartemen dan di Rumah

Inilah Perbedaan Biaya Rutin Tinggal di Apartemen dan di Rumah



Jakarta – Kebutuhan akan rumah tinggal semakin sulit dan mahal seiring dengan makin bertambahnya penduduk dan berkurangnya lahan bagi rumah tinggal.

Inilah Perbedaan Biaya Rutin Tinggal di Apartemen dan di Rumah

Sebagian masyarakat, khususnya di perkotaan dewasa ini lebih memilih untuk tinggal di apartemen. Selain keamanan, kenyamanan, kepraktisan, dan privacy adalah faktor yang membuat apartemen lebih dipilih.

Namun bila dilihat dari segi financial, tingga dimanakah yang lebih menguntungkan?

Berikut beberapa perbandingan biaya rutin antara tinggal di apartemen dan rumah tapak yng mungkin bisa menjadi tambahan wawasan Anda.

Apartemen

Maintenance Fee
Ini merupakan salah satu biaya rutin wajib yang harus dikeluarkan penghuni apartemen. Biaya rutin ini disebut maintenance fee atau biasa juga disebut service charge. Biaya ini digunakan sebagi biaya perawatan gedung, seperti kolam renang, lift, tempat olah raga, ruang pertemuan, dan lainnya. Besarnya bervariasi, antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 jutaan per bulan.

Iuran Parkir
Pengelola apartemen biasanya menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga agar lebih aman, teratur, dan tertata. Karena itu penghuni apartemen biasanya dikenakan iuran parkir yang besarnya antara Rp300 ribu-Rp500 ribu per bulan.

Biaya Perpanjangan HGB
Apartemen sering disebut juga strata title yang merupakan konsep hunian dengan kombinasi kepemilikan pribadi dan kepemilikan bersama. Pemilik apartemen sendiri memiliki sertifikat hak milik atas unit yang dibelinya, sehingga dapat menghuni apartemen dengan jangka waktu tak terbatas dan dapat diwariskan.

Namun, tanah tempat berdirinya apartemen memiliki status Hak Guna Bangunan (HGB) yang wajib diperpanjang. Biasanya berkisar antara 30 tahun dan bisa diperpanjang selama 20 tahun. Biaya perpanjangan inilah yang harus ditanggung penghuni.

Biaya Kemahalan Listrik
Karena gedung apartemen dipasang listrik berdaya besar untuk memenuhi kebutuhan listrik penghuninya, maka dari itu tagihan listrik di apartemen akan lebih mahal. Biasanya antara 20-30 persen lebih mahal dari tarif listrik biasanya.

Iuran Air
Ada pengelola apartemen yang telah memasukkan biaya air ke dalam biaya service charge. Namun ada juga yang harus dibayar terpisah oleh penghuni. Biasanya besarnya Rp100 ribu per bulan.

Rumah tapak

Iuran Sampah
Biasanya iuran sampah dikoordinir oleh RT/RW setempat dan biayanya bervariasi. Di Jakarta tarif sampah bisa mencapai Rp 50 ribu per bulan. Sedangkan di kota lain hanya berkisar Rp 20ribu hingga Rp 30ribu.

Iuran Keamanan
Biasanya gaji petugas kemanan dibebankan kepada warga secara gotong royong. Besarnya berkisar antara Rp 10ribu hingga Rp 50ribu.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak ini merupakan kewajiban bagi pemilik rumah tapak yang harus dibayarnya setiap tahun. Dasar pengenaan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Iuran listrik
Tarif listrik rumah tapak lebih murah dibandingkan tarif listrik apartemen.
(Samsul Arifin-sisidunia.com)