Home » News » PAN Tidak Terlalu Ngebut Perihal Kursi Kosong Saat Reshuffle

PAN Tidak Terlalu Ngebut Perihal Kursi Kosong Saat Reshuffle



Jakarta – Isu perombakan kabinet kerja jilid III berembus kuat belakang ini. Pasalnya, secara terang-terangan PDIP dan PKB, dua partai ini saling berebut kursi pemerintahan. Terlebih aroma panas terkait kursi Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi.

PAN Tidak Terlalu Ngebut Perihal Kursi Kosong Saat Reshuffle

Dipihak lain saat ditemui sisi dunia, Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengklaim PAN tidak pernah menyodorkan nama-nama ke Presiden Jokowi meskipun sudah merapatkan barisan mendukung Pemerintah.

“Sampai hari ini (PAN) tidak pernah mendesak, tidak pernah meminta menteri, tidak pernah ngoyo dan tidak pernah menyodorkan nama untuk menjadi menteri dan tidak pernah menyebutkan nama untuk menjadi menteri,” kata Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4).

Menurut dia, PAN senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan menyerahkan reshuffle kepada Presiden Jokowi.

“PAN sekali lagi dalam bergabung dalam pemerintah komitmennya hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. Jadi persoalan reshuffle Kabinet itu adalah domainnya Bapak Presiden sebagai hak prerogatif presiden,” jelas dia.

Namun jika dipercayakan oleh Presiden Jokowi, PAN, kata dia siap memberikan kadernya sebagai pembantu Jokowi-JK. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban PAN kepada publik.

“Kalau nanti pada saatnya benar-benar ada reshuffle dan diajak atau tidak diajak, bagian kita sama. Di ajak ya kita akan siapkan kader, kami tidak diajak ya tidak apa-apa.

“Kami bergabung tidak ada satu kausal pun kalau kita harus mendapat jatah menteri. Itu tidak ada tapi kalau diajak ya tentu kami sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, kepada konstituen kepada bangsa dan negara ini. Saya yakin PAN ada kader yang punya kemampuan tapi lagi itu adalah hak prerogatif presiden,” pungkas dia.
(Freddy Julio – sisidunia.com)