Home » News » PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin



Purwakarta – Tanah yang semula berstatus milik Pemerintah, kini berubah menjadi milik perseorangan. Sungguh ironi, pasalnya tanah tersebut digunakan oleh PT KAI dalam rencana penataan pedagang Sate Maranggi di sekitaran Stasiun Pleded, Kabupaten Purwakarta.

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

Awalnya lahan sekira 30.000 meter persegi yang dimiliki leh PT KAI Daop II Bandung, berstatus disewakan pada Pemkab Purwakarta seluas 5.696 meter persegi yang dipergunakan untuk pasar pusat kuliner sate maranggi pada pertengahan 2015 silam.

Namun saat akan dilakukan penataan tiba-tiba seseorang bernama Ibu Entin mengklaim tanah keseluruhan milik PT KAI sebagai miliknya. Padahal sebelumnya sejak tahun 2012 silam Entin menyewa tanah seluas 154 meter persegi seharga Rp 625 ribu pada PT KAI. Bahkan belakangan Entin memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah yang sebelumnya dia sewa.

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

Akhirnya pada tahun 2015 kasus tersebut disengketakan secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) dan naik di Pengadilan Tinggi (PT), dan hasilnya memenangkan PT KAI sebagai pemilik sah tanah tersebut berdasarkan keberadaan sertifikat asli yang terbit sejak 15 Februari 1992. Pihak Entin naik banding hingga ke MA dan kasusnya masih berjalan, karena pihaknya tidak terima dengan putusan hakim tersebut.

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

“Seluruh aset perkereta apian sudah masuk dalam arsip nasional dan menteri keuangan. Setahu saya sertifikat itu diubah kalau ada penambahan atau pengurangan. Kalau pembatalan (sertifikat) seperti ini, saya rasa baru pertama kali,” jelas Saridal pada sisi dunia, Senin (4/4/2016).

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

Saridal meyakini jika pihaknya adalah pemegang sertifikat asli yang mencakup tanah yang sudah lama ada dan dipergunakan sebagai Stasiun Kereta Api Plered. Pihaknya juga menduga ada oknum yang sengaja membuat sertifikat palsu sehingga perkara tersebut kini mencuat ke permukaan sampai dengan jalur meja hijau.

“Kalau memang dia pemiliknya, kenapa awalnya dia malah sewa? Kenapa tidak langsung saja klaim kalau memang merasa pemilik. Dan dia menyewa itu hanya setahun, selanjutnya tidak bayar,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyayangkan hal tersebut. Beberapa pedagang nasibnya kini terkatung-katung. Pasalnya proses pembangunan dan penataan pusat pariwisata baru sebagai sentra kuliner maranggi harus terhambat.

PT KAI Dan Pemerintah Kota Purwakarta Dilaporkan Oleh Ibu Bernama Entin

Bahkan saat Pemkab Purwakarta sempat dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap melakukan perusakan, padahal pihak pemerintah akan melakukan penataan.

“Ini kan aneh juga kita dilaporkan karena perusakan. Padahal tanah itu dulu dia sewa dari PT KAI dan kini disewa lagi oleh kita (Pemkab Purwakarta). Kita mau melakukan penataan, malah dilaporkan karena perusakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan rencananya lahan di lingkungan Stasiun Kereta Api Plered yang disewa tersebut akan dijadikan sentra kuliner maranggi.

Konon kawasan Plered adalah tempat lahirnya kuliner yang kini menjadi ikon Kabupaten Purwakarta itu.
(Freddy Julio – sisidunia.com)