sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Nasib M Sanusi Di Gerindra Akan Diputuskan Hari Ini

Nasib M Sanusi Di Gerindra Akan Diputuskan Hari Ini



Jakarta – Ketua Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohamad Sanusi kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. Menanggapi hal ini Majelis Kehormatan Gerindra akan segera menggelar sidang untuk menentukan nasib Mohamad Sanusi nantinya.

Nasib M Sanusi Di Gerindra Akan Diputuskan Hari Ini

“Betul, Senin (4/4/2016), Majelis Kehormatan partai akan bersidang,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Partai Gerindra tetap akan menjalankan mekanisme internal partai terkait tindakan kadernya yang diduga melanggar hukum, karena dari awal sudah ditetapkan dan disetujui bahwa prinsip partai menjunjung tinggi aturan, disiplin, kehormatan partai, menjaga kemurnian, cita-cita dan ideologi partai.

“Kendati demikian, Partai Gerindra memegang prinsip asas praduga tidak bersalah dan berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil,” ujar dia.

Dasco berkata pada sisi dunia, Partai Gerindra menentang dan dengan tegas melarang anggotanya terlibat dalam tindakan apapun yang sifatnya melawan hukum, melanggar Undang-undang dan Konstitusi, apalagi korupsi.

“Apabila ada anggota Gerindra yang menduduki jabatan eksekutif atau legislatif dan kemudian terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, maka harus bertanggung jawab penuh terhadap perbuatannya,” katanya.

KPK resmi menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi, setelah digelarnya operasi tangkap tangan oleh KPK, Kamis 31 maret 2016 kemarin. Pada operasi tersebut KPK menetapkan PT APL Ariesman Widjaja (AWJ) dan Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro (TPT) jadi tersangka kasus suap.

Sebenarnya, Politikus Gerindra ini diketahui menerima sekitar Rp2 miliar namun dana panas tersebut telah digunakan hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar. Sisa uang panas pemberian kepada MSN tersebut akhirnya diamankan olek KPK sebagai barang bukti

MSN dan TPT dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, AWJ baru menyerahkan diri ke KPK untuk diperiksa pada Jumat malam.

Menurut informasi, pemberian uang tersebut terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035.

Dia disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. KPK pun menetapkan MSN sebagai tersangka dari kasus tersebut.

Sementara, TPT dan AWJ jadi tersangka pemberi suap. Keduanya disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
(Freddy Julio – sisidunia.com)