Home » News » KPK Sidak Kasus Suap Raperda DKI Jakarta

KPK Sidak Kasus Suap Raperda DKI Jakarta



Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi zonasi pesisir utara pantai Jakarta.

KPK Sidak Kasus Suap Raperda DKI Jakarta

Perusahaan Aguan yakni PT Agung Sedayu Group yang menggarap salah satu proyek reklamasi di salah satu pulau di Jakarta. Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati beranggapan, posisi Aguan saat ini menjadi sumber keterangan dalam kasus ini.

“Masih hal yang sama PT APL (Agung Podomoro Land) ASG (Agung Sedayu Group) ini jadi salah satu perusahaan yang melakukan reklamasi dan akan dikembangkan,” kata Yuyuk di gedung KPK, Senin (4/4).

Saat disinggung kemungkinan Aguan terlibat dalam pemberian suap guna membahas raperda DKI Jakarta, Yuyuk enggan berkomentar.

“Mengenai dugaan suap itu akan didalami penyidik,” ujarnya.

Yuyuk menambahkan penyidik juga akan memeriksa setiap pihak yang terlibat. Termasuk memanggil mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Pekan ini silakan ditunggu akan ada pemeriksaan-pemeriksaan tersangka dan juga saksi-saksi yang lain. Semua pihak yang terlibat dan pernah terlibat itu akan kita (KPK) panggil,” tandasnya.

Secara terpisah Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan tidak menutup kemungkinan anggota legislatif dan eksekutif akan turut dipanggil juga sebagai saksi-saksi.

“Harus itu yang saya sebut demi keadilan, kejujuran dan kebenaran, tapi nanti kita susun jadwal dulu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus suap terkait pembahasan raperda (rancangan peraturan daerah) zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang strategis Jakarta Utara.

Salah satunya, Ketua komisi D DPRD DKI M Sanusi ditangkap saat melakukan transaksi dengan pihak swasta berinisial GEF yang berperan sebagai perantara dari PT Agung Podomoro Land (APL).

PT Agung Podomor Land melalui anak perusahaannya, PT Muara Wisesa Samudera merupakan salah satu perusahaan pengembang dalam proyek reklamasi itu. Perusahaan ini melakukan pembangunan pulau G seluas 161 hektar yang diperuntukan untuk hunian, komersil, dan rekreasi.
(Freddy Julio – sisidunia.com)